COR Indonesia mulai konstruksi smelter nikel



JAKARTA. PT COR Industri Indonesia, anak usaha PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), mulai menggelar kegiatan engineering, procurement, construction (EPC) pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Ciho Darmawan Bangun, Direktur Utama COR Industri Indonesia mengatakan, pihaknya telah menggelar groundbreaking pada awal pekan ini. "Pembangunan smelter dengan produk nickel pig iron (NPI) tahap pertama ini, kami harapkan sudah dapat berproduksi pada semester-II 2016 mendatang," katannya dalam siaran pers, Kamis (17/6). COR Industri Indonesia berencana membangun smelter berkapasitas total 300.000 ton NPI per tahun dengan total investasi US$ 400 juta atau setara Rp 5,5 triliun. Pabrik dengan hasil produk NPI berkadar nikel minimum 9% tersebut akan dibangun dalam tiga tahap masing-masing berkapasitas 100.000 ton tahun. Tahap pertama dengan kapasitas 100.000 ton NPI per tahun akan menghabiskan biaya sekitar Rp 2 triliun. Sedangkan investasi pengembangan pabrik tahap II dan tahap III akan menghabiskan biaya masing-masing sebesar Rp 2 triliun dan Rp 1,5 triliun. Pelaksanaan konstruksi smelter tersebut dilakukan oleh China National Machinery Import and Export (CMC) dan China Machinery Industry Construction Group Inc, (SINOCONST). "Seluruh investasi proyek kami jadwalkan selesai pada akhir 2017, sedangkan tenaga kerja yang dapat terserap bila semua tahapan sudah beroperasi mencapai 2.500 orang," ujar Ciho. COR Industri Indonesia merupakan anak usaha Central Omega dengan porsi kepemilikan sebesar 60% saham. Sedangkan sisanya dikempit PT Macrolink Nickel Develoment, anak usaha Marcolink Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Uji Agung Santosa