KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pinjaman Daring (pindar) atau
fintech peer-to-peer (P2P)
lending terbukti memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Berdasarkan riset dari Center of Reform Economics (CORE) Indonesia, menunjukkan mayoritas pengguna P2P
lending memanfaatkan pinjaman untuk kegiatan produktif, dan sebagian besar merasakan peningkatan pendapatan setelahnya.
Peneliti Senior CORE Indonesia, Etika Karyani, menjelaskan bahwa 67% responden dalam survei nasional yang dilaksanakan oleh CORE Indonesia mengaku menggunakan dana pinjaman dari P2P
lending untuk membiayai usaha.
“Kalau kita gali lagi berdasarkan klasifikasi kebutuhan tadi 50% untuk usaha, 32% untuk kebutuhan sehari-hari dan sisanya adalah kebutuhan tersier, seperti hiburan dan hobi itu berada pada proporsi terkecil dari total pengeluaran,” ujar Etika dalam acara Seminar Nasional Dampak Sosial-Ekonomi dan Keberlanjutan Fintech Lending di Jakarta, Jumat (13/6).
Baca Juga: Pinjaman Daring Capai Rp 77,02 Triliun Per Desember 2024, Didominasi Gen Z dan Gen Y Etika menambahkan bahwa manfaat ekonomi dari pembiayaan digital ini terasa cukup nyata. Lebih dari 50% responden menyatakan mengalami kenaikan pendapatan setelah menggunakan pindar. Khususnya mereka yang menggunakan dana tersebut untuk keperluan usaha.
Disisi lain, bagi psikologis peminjam, pinjaman yang menggunakan dananya untuk usaha ini cenderung mengalami tingkat stres yang lebih ringan terutama dikaitkan dengan melakukan pembayaran cicilan. Tak hanya itu, hasil riset juga menemukan bahwa kelompok yang menggunakan pinjaman untuk usaha produktif lebih sedikit mengalami konflik atau gangguan dalam hubungan dengan keluarga dan teman.
Baca Juga: Pada 2025 Ini, Pemain Baru Pinjaman Daring Diproyeksi Semakin Banyak Sebaliknya, peminjam yang menggunakan dana untuk konsumsi harian, hiburan, atau kebutuhan lain yang tidak menghasilkan pemasukan cenderung lebih terbebani dalam mengelola cicilan.
Sementara itu, kelompok
borrower juga menyebut bahwa kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mudah dipenuhi sejak mengakses pindar. Hal ini menunjukkan bahwa P2P
lending tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga memberikan ruang bagi perbaikan kualitas hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News