KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pemerintah yang mewajibkan alokasi 58,03% Dana Desa untuk pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) dinilai berpotensi memperkuat basis ekonomi daerah dalam jangka panjang. Namun, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka pendek kemungkinan masih terbatas dan perlu diantisipasi melalui tata kelola yang hati-hati. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai kebijakan percepatan pembentukan koperasi desa merupakan langkah ambisius untuk mentransformasi desa dari sekadar penerima transfer fiskal menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif. Menurut Yusuf, injeksi modal besar melalui Dana Desa berpotensi menciptakan akumulasi aset produktif seperti gudang, fasilitas penyimpanan, dan unit perdagangan yang dapat memperkuat kapasitas produksi dan distribusi di tingkat lokal. Jika koperasi mampu berfungsi sebagai offtaker produk pertanian dan usaha lokal, rantai pasok dapat dipersingkat sehingga margin keuntungan yang sebelumnya dinikmati perantara dapat tertahan di desa.
CORE: Injeksi Dana Desa ke Kopdes Kuatkan Rantai Pasok, Tapi Ada Risiko Fiskal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pemerintah yang mewajibkan alokasi 58,03% Dana Desa untuk pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) dinilai berpotensi memperkuat basis ekonomi daerah dalam jangka panjang. Namun, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka pendek kemungkinan masih terbatas dan perlu diantisipasi melalui tata kelola yang hati-hati. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai kebijakan percepatan pembentukan koperasi desa merupakan langkah ambisius untuk mentransformasi desa dari sekadar penerima transfer fiskal menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif. Menurut Yusuf, injeksi modal besar melalui Dana Desa berpotensi menciptakan akumulasi aset produktif seperti gudang, fasilitas penyimpanan, dan unit perdagangan yang dapat memperkuat kapasitas produksi dan distribusi di tingkat lokal. Jika koperasi mampu berfungsi sebagai offtaker produk pertanian dan usaha lokal, rantai pasok dapat dipersingkat sehingga margin keuntungan yang sebelumnya dinikmati perantara dapat tertahan di desa.