CORE: Mundurnya Kepala BGN Jadi Momentum Benahi Tata Kelola Program MBG



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai menjadi momentum bagi pemerintah untuk membenahi fondasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan sekadar mengganti figur, pemerintah dinilai perlu memastikan sistem perencanaan, pengawasan, hingga pengelolaan anggaran program berjalan lebih kuat..

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai pergantian pimpinan tidak boleh hanya dipandang sebagai pergantian figur, tetapi harus diikuti dengan pembenahan sistem agar berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tidak kembali terulang.

"Pergantian pimpinan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola BGN secara menyeluruh. Fokusnya bukan hanya pada sosok pemimpinnya, tetapi memastikan sistem perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan berjalan lebih baik," ujar Yusuf kepada Kontan, Rabu (22/7).


Baca Juga: DPR Berharap Sudaryono Bawa Perubahan Besar di Tubuh BGN

Menurut Yusuf, Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah dengan nilai anggaran yang besar sehingga membutuhkan tata kelola yang akuntabel dan koordinasi yang kuat antarlembaga.

Ia mengatakan, pemerintah perlu memastikan proses pengambilan keputusan, mulai dari perencanaan program hingga pengadaan barang dan jasa, dilakukan berdasarkan kajian kebutuhan yang memadai agar penggunaan anggaran negara lebih efektif.

Yusuf juga menilai evaluasi internal perlu diperkuat untuk memastikan setiap persoalan yang muncul dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti tanpa mengganggu keberlangsungan program.

Selain itu, pergantian pimpinan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program MBG. 

Menurutnya, transparansi dalam pengelolaan anggaran serta akuntabilitas dalam setiap kebijakan menjadi faktor penting agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Pemerintah menyatakan pergantian dilakukan agar pelaksanaan Program MBG tetap berjalan tanpa terjadi kekosongan kepemimpinan.

Baca Juga: Tahan BI-Rate, Bos BI Sebut Perluasan Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah dan Inflasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News