CORE Sebut Eco Driving dan WFH Bisa Pangkas Penggunaan BBM hingga 15%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan fiskal yang kian meningkat. 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai kombinasi kebijakan di sektor mobilitas dapat menjadi langkah paling cepat dan efektif untuk menekan konsumsi energi dari sektor transportasi.

Menurut Yusuf, dari sisi mobilitas terdapat tiga kebijakan yang dapat langsung menekan konsumsi BBM karena bersifat mengurangi jumlah perjalanan, yakni pembatasan kendaraan melalui aturan ganjil genap, dorongan budaya carpooling, serta penerapan skema work from home bagi pegawai. 


Jika ketiga kebijakan ini dijalankan secara bersamaan, penghematan di sektor transportasi darat berpotensi berada di kisaran beberapa persen hingga mendekati 10%.

Baca Juga: WFH Pasca Lebaran Hemat BBM hingga 20%, Pemerintah Siapkan Skema Terbatas

"Jika dijalankan bersamaan, penghematan di sektor transportasi darat bisa berada di kisaran beberapa persen hingga mendekati 10%, tergantung tingkat kepatuhan dan cakupan kebijakan," ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Rabu (25/3/2026).

Selain kebijakan pembatasan perjalanan, Yusuf juga menyoroti pentingnya efisiensi perilaku berkendara. 

Penerapan eco driving, atau teknik mengemudi hemat bahan bakar, serta optimalisasi logistik kendaraan komersial dapat memberikan tambahan penghematan sekitar tiga persen hingga lima persen. 

Ia menambahkan bahwa penguatan transportasi umum menjadi elemen yang tidak kalah krusial karena memberikan alternatif nyata bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi.

Baca Juga: Airlangga Lapor ke Istana, Bahas Efisiensi BBM, WFH dan Potong Gaji Menteri

Di luar sektor transportasi langsung, pembatasan perjalanan dinas pemerintah serta peralihan sebagian aktivitas ke sistem daring juga dipandang dapat menekan konsumsi energi secara tidak langsung, meski dampaknya bersifat komplementer.

Kendati demikian, Yusuf memberikan catatan penting. Ia menegaskan bahwa dampak dari serangkaian kebijakan tersebut umumnya hanya bersifat jangka pendek hingga menengah. 

"Untuk hasil yang lebih berkelanjutan, penghematan harus dibarengi dengan transisi energi, seperti elektrifikasi transportasi dan pengembangan energi terbarukan, agar ketergantungan terhadap BBM dapat berkurang secara struktural," pungkasnya.

Baca Juga: Harga BBM Indonesia Termurah di ASEAN? Cek Perbandingan Lengkap Maret 2026!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: