KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai percepatan hilirisasi kelapa sawit memerlukan dukungan insentif fiskal maupun nonfiskal guna menarik investasi ke sektor hilir. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia, tetapi juga mampu menjadi pusat hilirisasi sawit global. Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, Indonesia sebenarnya telah mengembangkan berbagai produk turunan kelapa sawit. Namun, potensi hilirisasi masih jauh lebih besar dibandingkan capaian saat ini sehingga membutuhkan arah kebijakan yang lebih jelas. "Sejauh ini Indonesia sudah mendorong hilirisasi kelapa sawit. Cuma mungkin hilirisasi belum beragam. Oleh karena itu, perlu ada strategi agar Indonesia bisa menjadi pusat hilirisasi industri sawit global," ujar Faisal di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
CORE Sebut Investasi Hilir Sawit Perlu Insentif Fiskal dan Nonfiskal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai percepatan hilirisasi kelapa sawit memerlukan dukungan insentif fiskal maupun nonfiskal guna menarik investasi ke sektor hilir. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia, tetapi juga mampu menjadi pusat hilirisasi sawit global. Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, Indonesia sebenarnya telah mengembangkan berbagai produk turunan kelapa sawit. Namun, potensi hilirisasi masih jauh lebih besar dibandingkan capaian saat ini sehingga membutuhkan arah kebijakan yang lebih jelas. "Sejauh ini Indonesia sudah mendorong hilirisasi kelapa sawit. Cuma mungkin hilirisasi belum beragam. Oleh karena itu, perlu ada strategi agar Indonesia bisa menjadi pusat hilirisasi industri sawit global," ujar Faisal di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
TAG: