KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja ekspor nonminyak dan gas (nonmigas) masih menjadi penopang utama perdagangan luar negeri Indonesia sepanjang semester I-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor nonmigas secara kumulatif pada Januari–Juni 2026 mencapai US$ 134,58 miliar, meningkat 4,90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah pertumbuhan tersebut, komoditas besi dan baja menjadi satu-satunya dari tiga komoditas ekspor unggulan nonmigas yang mencatatkan penurunan nilai ekspor. Sebaliknya, ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta turunannya serta batubara masih mampu mencatatkan pertumbuhan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa nilai ekspor besi dan baja secara kumulatif mengalami kontraksi tipis pada paruh pertama tahun ini.
CPO dan Batubara Topang Ekspor Nonmigas, Besi Baja Justru Melemah Semester I-2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja ekspor nonminyak dan gas (nonmigas) masih menjadi penopang utama perdagangan luar negeri Indonesia sepanjang semester I-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor nonmigas secara kumulatif pada Januari–Juni 2026 mencapai US$ 134,58 miliar, meningkat 4,90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah pertumbuhan tersebut, komoditas besi dan baja menjadi satu-satunya dari tiga komoditas ekspor unggulan nonmigas yang mencatatkan penurunan nilai ekspor. Sebaliknya, ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta turunannya serta batubara masih mampu mencatatkan pertumbuhan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa nilai ekspor besi dan baja secara kumulatif mengalami kontraksi tipis pada paruh pertama tahun ini.
TAG: