JAKARTA. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) kembali melemah lantaran ditekan oleh penguatan ringgit Malaysia. CPO diperkirakan bergerak sideways dalam beberapa hari ke depan, namun memiliki peluang menguat hingga akhir tahun. Mengutip Bloomberg, Kamis (19/11) pukul 15.52 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Februari 2016 di Malaysia Derivative Exchange turun 0,7% ke RM 2.301 per metrik ton atau setara US$ 530,6. Dalam sepekan terakhir harga CPO melorot 3,1%. Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, harga CPO sebenarnya juga mengikuti harga minyak. Oleh karena itu, CPO masih bergerak sideways lantaran terkena imbas pelemahan minyak.
CPO diprediksi sideways beberapa hari ke depan
JAKARTA. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) kembali melemah lantaran ditekan oleh penguatan ringgit Malaysia. CPO diperkirakan bergerak sideways dalam beberapa hari ke depan, namun memiliki peluang menguat hingga akhir tahun. Mengutip Bloomberg, Kamis (19/11) pukul 15.52 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Februari 2016 di Malaysia Derivative Exchange turun 0,7% ke RM 2.301 per metrik ton atau setara US$ 530,6. Dalam sepekan terakhir harga CPO melorot 3,1%. Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, harga CPO sebenarnya juga mengikuti harga minyak. Oleh karena itu, CPO masih bergerak sideways lantaran terkena imbas pelemahan minyak.