JAKARTA. Ramalan cuaca yang memprediksi akan terjadi La Nina di sisa tahun 2016 bersamaan dengan upaya untuk terus mengurangi produksi minyak sawit mentah oleh salah satu produsen terbesarnya, berhasil mendongkrak laju harga CPO. Meski analis mewaspadai koreksi yang terus mengintai. Mengutip Bloomberg, Selasa (9/8) pukul 14.15 WIB harga CPO kontrak pengiriman Oktober 2016 di Malaysia Derivative Exchange terbang 1,18% di level RM 2.468 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir pun harga sudah melesat 5,56%. Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures mengungkapkan memang faktor cuaca akan terus menjadi katalis yang membayangi pergerakan harga CPO sepanjang tahun 2016 ini. Setelah produksi terganggu oleh El-Nino di awal tahun kini giliran La Nina yang siap menyambangi.
CPO mencetak kenaikan hari ini
JAKARTA. Ramalan cuaca yang memprediksi akan terjadi La Nina di sisa tahun 2016 bersamaan dengan upaya untuk terus mengurangi produksi minyak sawit mentah oleh salah satu produsen terbesarnya, berhasil mendongkrak laju harga CPO. Meski analis mewaspadai koreksi yang terus mengintai. Mengutip Bloomberg, Selasa (9/8) pukul 14.15 WIB harga CPO kontrak pengiriman Oktober 2016 di Malaysia Derivative Exchange terbang 1,18% di level RM 2.468 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir pun harga sudah melesat 5,56%. Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures mengungkapkan memang faktor cuaca akan terus menjadi katalis yang membayangi pergerakan harga CPO sepanjang tahun 2016 ini. Setelah produksi terganggu oleh El-Nino di awal tahun kini giliran La Nina yang siap menyambangi.