CPO Topang Pertumbuhan Bea Keluar September 2026, Ini Respons Astra Agro (AALI)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memberikan tanggapan terkait peningkatan penerimaan bea keluar Indonesia per September 2026 dan dampaknya ke kinerja perusahaan. 

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 240,28 triliun hingga akhir September 2026 atau 71,51% dari total target di APBN 2026. 

Dari situ, CPO berkontribusi besar dari sisi bea keluar per Agustus 2026 sejalan dengan harga komoditas yang naik dan volume ekspor yang meningkat.  


Terkait hal tersebut, AALI mengaku akan terus mendukung kebijakan dari pemerintah di industri sawit Tanah Air.

Baca Juga: Bidik Peluang Investasi Rp 2.900 Triliun pada 2027, Ini Strategi KIJA

Tingning Sukowignjo, Chief Financial Officer AALI mengatakan, perseroan senantiasa mendukung kebijakan strategis pemerintah dalam penguatan ketahanan energi nasional. 

Secara proses bisnis, AALI menerapkan strategi alokasi pasar yang fleksibel dan dinamis dengan terus membidik peluang yang memberikan nilai optimal, baik di pasar domestik maupun ekspor.

”Fleksibilitas ini kami topang dengan konsistensi penerapan praktik agronomi yang baik (best agricultural practices) guna memastikan daya saing dan kualitas produk tetap unggul di setiap segmen pasar,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (9/10/2026).

Sayangnya, AALI belum memberikan berapa realisasi ekspor CPO perseroan per kuartal III 2026. Tingning bilang, saat ini AALI sedang dalam proses finalisasi laporan kinerja operasional dan keuangan untuk periode Kuartal III 2026. 

“Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola dan keterbukaan informasi kepada publik serta pemegang saham, rincian angka realisasi dan kontribusi kinerja akan kami publikasikan secara resmi dalam waktu dekat melalui situs web perseroan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, secara umum AALI memproyeksikan kinerja operasional pada tahun 2027 akan bergerak moderat dan relatif sejalan dengan tren pencapaian tahun 2026. 

Kendati demikian, Astra Agro mencermati dinamika fenomena iklim El Niño yang berpotensi memengaruhi produktivitas tandan buah segar ke depan. 

“Untuk memitigasi dampak cuaca tersebut dan menjaga kesinambungan jangka panjang, fokus utama kami tetap bertumpu pada penguatan manajemen agronomi serta program peremajaan kebun (replanting) secara tepat dan terukur,” paparnya. 

Baca Juga: BEI-KSEI Perluas Cakupan Kebijakan HSC, Ini Tujuannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News