Crossing saham BNII Rp 1,8 triliun di akhir pekan



JAKARTA. Ada transaksi tutup sendiri alias crossing saham PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) cukup besar pada akhir pekan lalu. Total transaksinya mencapai Rp 1,8 triliun.

Transaksi saham BNII di pasar negosiasi terjadi sebanyak tiga kali pada harga yang sama, yakni Rp 310 per saham. Jika dibandingkan harga di pasar reguler sebesar Rp 320, maka harga negosiasi lebih rendah 3,22%.

Volume transaksi saham di pasar negosiasi sebanyak 11,35 juta lot terjadi pada pukul 09.58 WIB. Total saham tercatat BNII mencapai 60,36 miliar. Artinya crossing saham tersebut melibatkan 9,4% saham BNII.


Berdasarkan data RTI, transaksi negosiasi tersebut difasilitasi oleh UBS Securities Indonesia sebagai broker pembeli dan Kim Eng Securities sebagai broker penjual. Transaksi pertama dan kedua sebanyak 4 juta lot. Sementara itu, transaksi ketiga sebanyak 3,35 juta lot.

Direktur Global Banking BNII Rahardja Alimhamzah mengaku tidak mengetahui penyebab transaksi negosiasi dengan nilai cukup besar itu. Ia pun bilang, tidak memiliki rencana aksi korporasi apa pun dalam waktu dekat ini.

Sekadar informasi, pemegang saham BNII sampai 31 Oktober sebesar 54,33% dimiliki oleh Sorak Financial Holdings Pte Ltd. Maybank Offshore Corporate Service (Labuan) Sdn Bhd 33,9%, UBS AG London memiliki 9%, dan masyarakat dengan porsi di bawah 5% memegang 2,71%.

Aksi korporasi BNII terakhir adalah rights issue pada Mei 2013. Kala itu, BNII menjual 4,69 miliar saham baru ke publik di harga Rp 320.

Kepala Riset Reliance Securities Wilson Sofan bilang, ada dua hal yang bisa menyebabkan transaksi besar di pasar negosiasi. Pertama, karena ada aksi korporasi. Kedua adalah sekadar aksi menggoreng saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana