Crown investasi Rp 18 triliun kembangkan sembilan proyek



JAKARTA. Pengembang Crown International Holdings Group punya mimpi besar dalam bisnis properti. Iwan Sunito, Chief Executive Officer Crown Group, bilang perusahaan telah menyiapkan sembilan apartemen di Sydney, Australia. Menurut Iwan, seluruh proyek melahap investasi Rp 18 triliun. Iwan menjabarkan rencana Rp 18 triliun sudah on the book. Di antaranya, 650 unit apartemen di atas Top Ryde Shopping Center senilai Rp 5 triliun, apartemen di East Lake Shopping Center senilai Rp 3,5 triliun dan apartemen Fivedock senilai Rp 3,5 triliun. "Top Ryde City Living bakal jadi proyek terbaik kami, karena konsepnya unik, apartemen di bawahnya ada mal," ucap Iwan, Selasa (19/7). Pasarkan di Indonesia Untuk menggenjot penjualan, Crown menggandeng perusahaan broker beken Indonesia yaitu Ray White. Iwan menilai, memasarkan apartemen Aussie di Indonesia berpotensi bagus. Soalnya, banyak warga Indonesia melanjutkan pendidikan tinggi di Negeri Kangguru. Sementara dari Ray White, kata Iwan, memiliki international branding.

Iwan menjelaskan, Top Ryde City Living dijual bertahap. Baru-baru ini diluncurkan, sekitar 55% dari 81 unit sudah terjual. "Target hingga akhir tahun 100 unit semua laku. Nilainya sekitar Rp 600 miliar," terus Iwan.

Crown memproyeksikan Top Ryde tahap I bisa beroperasi April tahun depan. Selanjutnya perusahaan menjual 180 unit lagi di Juli 2012, dan terakhir Juli 2013. Crown melego tiap kamar mulai dari Rp 5 miliar - Rp 9 miliar.


"Kami yakin, lima tahun ke depan menjadi momen berinvestasi yang bagus di Sydney, properti di sana terus membaik," jelas Iwan. Iwan bilang, pertumbuhan penjualan properti di Aussie berkisar 10%-15 % saban tahun. Sepanjang tahun lalu Crown membukukan pendapatan senilai Rp 1,5 triliun. Perusahaan menargetkan meraup Rp 4 triliun tahun ini dan tahun depan. Selain agresif jualan di Indonesia, Menurut dia, Crown membidik pemasaran ke China, India, dan Korea Selatan. Johann Boyke, Direktur PT Ray Propertindo Indonesia (Ray White) berpendapat penjualan apartemen di Aussie berpotensi laris manis di Indonesia. "Nilai investasinya jauh lebih tinggi ketimbang Indonesia. Belum lagi banyak orang tua menyekolahkan anaknya ke sana," ungkap Johann.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: