Cuaca bagus bikin bisnis kopi specialty kian cerah



JAKARTA. Kondisi cuaca yang terus membaik tahun ini, bakal mendongkrak produktivitas tanaman kopi, khususnya kopi specialty, seperti kopi gayo atau kopi luwak dan banyak lagi ragamnya.

Cuaca yang mendukung itu, membuat pengusaha kopi optimistis, produksi tanaman kopi akan meningkat tahun ini. Seperti yang dirasakan oleh PT Soegee Gayo Coffee dan PT Maharaja Coffee. Kedua produsen kopi specialty ini optimistis mampu mendongkrak produksinya tahun ini. Namun begitu, Edi Susmadi, Presiden Direktur PT Soegee Gayo Coffee bilang, jumlah produksi kopi specialty masih terbatas, baru sekitar 20% dari total produksi kopi Indonesia yang mencapai 155.383 ton per tahun.

"Beda harga kopi arabika dengan kopi robusta saja bisa tiga kali lipat, apalagi dengan harga kopi specialty," kata dia, Kamis (27/6). Dia beri contoh; saat ini harga kopi robusta mencapai harga Rp 15.000 per kg, sedangkan harga kopi specialty mencapai Rp 45.000 per kg.


Dengan tingginya harga jual kopi specialty itu, Edi yakin, bisnis kopi specialty menjadi potensi bisnis yang paling menjanjikan. Menurutnya, permintaan kopi specialty bisa naik 10%. Kenaikan salah satunya karena makin menjamurnya pendirian kafe-kafe baik di dalam maupun luar negeri. Dia menambahkan, kopi specialty sudah menjadi perhatian pengusaha Indonesia sejak tahun 2008 silam. Tahun lalu, perusahaan mengekspor kopi specialty jenis arabika sebanyak dua per bulan. Negara tujuan ekspor yaitu Amerika Serikat, Eropa, dan Korea Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri