Cuaca dan perang dagang jadi pemberat harga gas alam



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sempat menguat, harga gas alam kembali melemah. Kondisi cuaca dan perang dagang pengaruhi harga gas alam.

Mengutip Bloomberg, pukul 18.50 WIB, harga gas alam untuk kontrak pengiriman April 2019 ada di US$ 2,73 per mmbtu. Angka ini turun 0,72% dari harga akhir pekan lalu yaitu US$ 2,75 per mmbtu.

Senior Research Asia Tradepoint Futures Cahyo Dewanto mengatakan pelemahan harga gas alam disebabkan dua faktor. Pertama, turunnya permintaan seiring cuaca yang mulai menghangat di beberapa negara belahan barat. Cuaca di beberapa negara hingga 28 Maret menunjukkan suhu 30°-40° menurut NatGasWeather.


"Namun minggu depan diperkirakan suhu tertinggi akan berada di 30°, atau akan menguat kembali permintaan gas alam di rumah tangga," ujar Cahyo kepada Kontan.co.id, Senin (25/3).

Dia menambahkan, hal utama yang mempengaruhi pergerakan harga gas alam yakni kondisi cuaca. Sehingga pelaku pasar sudah mempertimbangkan kondisi cuaca.

Selain itu, pudarnya kembali perundingan dagang AS-China juga mempengaruhi harga gas alam. Cahyo menilai permintaan gas alam China juga menurun seiring kekhawatiran tarif impor yang akan berlaku kembali. 

Sebelumnya Presiden Trump mengatakan bahwa tarif impor atas barang-barang China bisa berlangsung lama. Nah, mengenai tarif itu juga belum jelas apakah 10% atau 25%. Itulah yang mengkhawatirkan pelaku pasar masuk ke komoditas energi termasuk gas alam.

Cahyo melihat secara teknikal, harga gas alam berada di bawah garis MA 50,100 dan 200. Begitu juga indikator RSI yang bergerak di bawah area 14, stochastic berada di bawah area 9,6 dan MACD berada di bawah area 12,26.

Besok, dia memperkirakan harga gas alam masih melemah yaitu di rentang US$ 2,72 sampai US$ 2,76 per mmbtu. Dan sepekan diproyeksikan bergerak di level US$ 2,54-US$ 3,85 per mmbtu. Dia merekomendasikan jual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi