Cuaca Sangat Panas, Jemaah Haji Dilarang Lempar Jumrah Pukul 10.00 hingga 14.00 WAS



KONTAN.CO.ID - MAKKAH. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melarang jemaah haji Indonesia melempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Sebab, cuaca sangat panas serta kondisi jamarat yang sangat padat.

"Seluruh jemaah haji agar mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan bahwa pukul 10.00 pagi ini hingga pukul 14.00 untuk tidak bergerak keluar tenda," kata Ketua PPIH Arab Saudi yang juga Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heryawan, dalam keterangan video yang diterima Tim Media Center Haji, Rabu (27/5/2026).

Ian mengatakan, larangan tersebut datang dari Kementerian Haji Arab Saudi. Menurut dia, larangan ini untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh jemaah haji, khususnya Indonesia.


Baca Juga: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina, Kemenhaj Pastikan Layanan Terkendali

"Kami memerintahkan kepada seluruh jajaran petugas yang ada di lapangan untuk melaksanakan instruksi ini dengan sebaik-baiknya," kata pensiunan jenderal bintang tiga TNI AL tersebut.

Dengan adanya instruksi ini, jemaah haji Indonesia harus tetap berada di dalam tenda dan mengikuti dengan ketat rencana pergerakan kerumunan yang telah disetujui, dengan pengawasan langsung oleh misi haji dan penyedia layanan untuk memastikan keselamatan mereka.

"Kepatuhan akan dipantau dan dievaluasi secara ketat," kata Ian.

Sebagaimana diketahui, pada 27 Mei atau 10 Dzulhijjah ini, jutaan jemaah haji dari seluruh dunia akan melakukan lempar jumrah aqabah. Sementara pada hari tasyrik, jemaah yang mengambil nafar awal akan kembali melempar jumrah ula, wustha, dan aqabah pada 11 dan 12 Dzulhijjah, sedangkan yang mengambil nafar tsani akan melakukan tiga lempar jumrah hingga tanggal 13 Dzulhijjah.

Berdasarkan pantauan lapangan, cuaca di Makkah, khususnya di Mina dan sepanjang jalan menuju jamarat memang sangat terik. Selain itu, tingkat kepadatan jemaah yang mau melakukan jumrah aqabah juga sangat padat. Apalagi jemaah Indonesia fisiknya lebih kecil dari negara-negara Afrika, Eropa, dan Asia Selatan.

Sepanjang jalan dari Mina menuju Jamarat, terdapat sejumlah jemaah haji yang kelelahan. Tidak hanya jemaah haji asal Indonesia, tapi juga banyak jemaah dari negara lain yang secara postur fisik lebih tinggi dan kekar.

Baca Juga: Rayakan Iduladha, Bulog Siapkan Kurban 36 Ekor Sapi dan 20 Ekor Kambing

Jemaah haji Indonesia juga diimbau agar tidak memaksakan diri melempar jumrah saat jemaah dari negara lain sedang mendominasi di area jamarat. Saya sendiri merasakan betul bagaimana berdasak-desakan dengan jemaah haji dari Benua Afrika dan Asia Selatan yang postur tubuhnya sangat besar.

Selain itu, jemaah haji Indonesia diimbau tidak melawan arus saat sedang berada du area tempat lempar jumrah. Sebaiknya, jemaah setelah melempar jumrah mengikuti arus, dari kiri bergeser ke kanan, baru melipir keluar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News