Cuan dari Menjaga Budaya Nusantara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak sedikit orang menjalankan usaha karena timbul kesadaran untuk menjaga budaya dan lingkungan. Inilah yang dilakoni Sekar Hapsari kala mendirikan label modest fashion Bhumitala di 2023.

Kesadaran tersebut justru muncul kala lulusan sekolah hukum ini menjalani pendidikan tingkat lanjut hingga menempuh studi doktoral di Rusia. Kala itu, Sekar merasa perlu menjaga identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi.

Dus, dengan label Bhumitala, yang artinya merawat Bumi, Sekar mencoba meramu produk fesyen dengan narasi. 


"Produk dikembangkan dengan makna merawat budaya Nusantara," ujarnya belum lama ini.

Baca Juga: Fulus Ciamik dari Saban Hari Pakai Batik

Dengan tim kecil berjumlah lima orang, Sekar mulai memproduksi beragam produk fesyen. Mulai dari  hijab, dress, blouse, skirt, hingga mukena dan hampers untuk kebutuhan khusus.

Lantaran menyasar segmen menengah atas, dia membanderol produk Bhumitala mulai Rp 299.000 untuk hijab hingga Rp 1 juta untuk dress dan set busana.

Meski tergolong anyar, Sekar kini sudah sanggup memproduksi hingga 1.000 item per bulan. Hasil ini imbas dari mulai menanjaknya permintaan terhadap produk Bhumitala.

Baca Juga: Menyapu Cuan dari Produk Kebersihan Rumah Tangga

Penjualan Bhumitala yang meningkat, Sekar menyebutkan, tidak terlepas dari jaringan pemasaran yang ia lakoni, yang tidak hanya mengandalkan gerai offline yang ada di Jagakarsa, Jakarta Selatan, tetapi juga memanfaatkan sarana penjualan online, mulai dari marketplace hingga situs resmi Bhumitala.

Selain itu, dia juga sempat membuka gerai di beberapa pusat belanja seperti di Bandung. Malah, Sekar pernah memasarkan produk di gerai yang ada di Kuala Lumpur City Center, Malaysia. 

Tak hanya itu, berbagai event juga pernah ia ikuti, mulai yang digelar di Singapura, Brunei Darussalam, Laos, hingga Belanda.

Baca Juga: Kisah Produk Daun Kelor Yang Sudah Tembus Pasar Global

Hasilnya pun tergolong positif. Sekar mengklaim, saat ini rata-rata penjualannya sekitar Rp 30 juta per toko. Jumlah ini belum termasuk hasil dari penjualan online dan lainnya.

Dengan hasil tersebut, Sekar pun menargetkan untuk terus memperluas pasar Bhumitala. Dia menargetkan bisa memperluas pasar di berbagai kota besar di luar Jawa.

Baca Juga: Menapaki Fulus dari Alas Kaki Kaum Muda

Target tersebut berdasarkan pengamatannya: makin banyak kaum Hawa yang jadi target pasarnya, mulai meningkat kesadaran terhadap fesyen etnik dan produk berkelanjutan.

Untuk bisa merealisasikan target usahanya, Sekar berencana mulai mengembangkan omnichannel atau sistem pemasaran terpadu yang mengandalkan jalur online dan offline supaya bisa menembus pasar ekspor.

Bukan cuma itu, ia juga bakal berkolaborasi dengan komunitas-komunitas yang peduli terhadap budaya lokal dan lingkungan.

Jika upaya itu terlaksana, mimpi Sekar sebagai penjaga budaya dan cerita Nusantara terjaga lewat Bhumitala. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: