JAKARTA. Boleh jadi, pasar keuangan Indonesia tahun depan masih akan diselimuti ketidakpastian. Rencana Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) menaikkan suku bunga acuan tahun depan berpotensi memicu fluktuasi di pasar keuangan. Toh, para manajer investasi tetap yakin, keputusan The Fed mengerek suku bunga tak akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab. Para pengelola dana ini optimistis kalau di tahun Kambing Kayu kelak, investasi di pasar keuangan masih berpeluang mendatangkan keuntungan. Tak terkecuali investasi di reksadana. Prospek kinerja reksadana diprediksi bakal cerah, terutama reksadana saham. Merujuk data Infovesta Utama, indeks reksadana saham tahun ini mampu menghasilkan return sebesar 26,55% hingga 24 Desember 2014. Imbal hasil ini mengalahkan IHSG yang hanya menghasilkan return 20,88% di periode sama.
Cuan reksadana saham masih menawan
JAKARTA. Boleh jadi, pasar keuangan Indonesia tahun depan masih akan diselimuti ketidakpastian. Rencana Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) menaikkan suku bunga acuan tahun depan berpotensi memicu fluktuasi di pasar keuangan. Toh, para manajer investasi tetap yakin, keputusan The Fed mengerek suku bunga tak akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab. Para pengelola dana ini optimistis kalau di tahun Kambing Kayu kelak, investasi di pasar keuangan masih berpeluang mendatangkan keuntungan. Tak terkecuali investasi di reksadana. Prospek kinerja reksadana diprediksi bakal cerah, terutama reksadana saham. Merujuk data Infovesta Utama, indeks reksadana saham tahun ini mampu menghasilkan return sebesar 26,55% hingga 24 Desember 2014. Imbal hasil ini mengalahkan IHSG yang hanya menghasilkan return 20,88% di periode sama.