Cuan reksadana saham masih menawan



JAKARTA. Boleh jadi, pasar keuangan Indonesia tahun depan masih akan diselimuti ketidakpastian. Rencana Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) menaikkan suku bunga acuan tahun depan berpotensi memicu fluktuasi di pasar keuangan. Toh, para manajer investasi tetap yakin, keputusan The Fed mengerek suku bunga tak akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab.

Para pengelola dana ini optimistis kalau di tahun Kambing Kayu kelak, investasi di pasar keuangan masih berpeluang mendatangkan keuntungan. Tak terkecuali investasi di reksadana. Prospek kinerja reksadana diprediksi bakal cerah, terutama reksadana saham.

Merujuk data Infovesta Utama, indeks reksadana saham tahun ini mampu menghasilkan return sebesar 26,55% hingga 24 Desember 2014. Imbal hasil ini mengalahkan IHSG yang hanya menghasilkan return 20,88% di periode sama.


Steven Satya Yudha, Associate Director Marketing and Distribution PT Ashmore Asset Management Indonesia mengatakan, IHSG tidak akan longsor kendati The Fed menaikkan suku bunga. Ia memberikan contoh, pada 2004-2006, The Fed juga menaikkan suku bunga hingga mencapai 5,25%. Namun pada saat sama, IHSG justru tumbuh hingga 70%-80%. Ini artinya, pasar modal Indonesia tetap akan mendapat perhatian investor asing.

Apalagi jika Standard & Poor's (S&P) jadi memberikan peringkat investment grade bagi Indonesia di tahun depan, sentimen positif akan mewarnai pasar keuangan kita. "Tahun lalu, S&P akan memberikan peringkat investment grade jika Indonesia mampu memangkas beban subsidi. Kebijakan ini telah dilakukan Pemerintahan Joko Widodo saat ini," imbuh dia.

Jelas ini akan menjadi sinyal positif. Presiden Direktur Schroder Invesment Management Indonesia Michael Tjoajadi bahkan memprediksi, kondisi pasar modal tahun depan berpotensi lebih baik dibanding tahun 2014 ini.

Rencana The Fed menaikkan bunga di awal tahun 2015 memang bisa membuat fluktuasi di pasar modal naik. Tapi itu akan segera mereda. Tren pasar akan meningkat setelah kuartal kedua 2015.

Sejumlah manajer investasi juga memperkirakan, IHSG tahun depan bisa tumbuh 15%. Dus, paling tidak imbal hasil reksadana saham bisa setara dengan pertumbuhan IHSG. Bahkan, bukan tidak mungkin return reksadana saham bisa mengungguli IHSG, seperti di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News