Cukai Rokok Masih Dibahas, Intip Target Harga Saham HMSP dan GGRM



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada akhir tahun 2022 lalu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akhirnya memutuskan untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk rokok sebesar 10% pada tahun 2023 dan 2024. 

Hanya saja, untuk tarif cukai rokok di tahun depan, pemerintah masih akan mempersiapkan kebijakan tersebut secara matang.

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Divion Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan mengatakan, dampak kenaikan cukai rokok terhadap emiten rokok tergantung pada beberapa faktor, seperti daya beli konsumen, strategi harga, dan persaingan pasar. 


Secara umum, kenaikan cukai rokok akan menurunkan volume penjualan rokok, terutama untuk segmen rokok mesin yang memiliki tarif cukai lebih tinggi. 

Baca Juga: Bentoel (RMBA) Menilai Kenaikan Cukai Tembakau Hingga 10% Berat Bagi Industri

“Namun, dampaknya mungkin tidak signifikan jika emiten rokok dapat menyesuaikan harga jual secara bertahap, menawarkan varian produk yang lebih terjangkau, dan fokus pada segmen rokok tangan yang tidak kena kenaikan cukai,” kata Reza kepada Kontan.co.id, Jumat (17/11)

Adapun, strategi yang harus diambil emiten rokok untuk meminimalisir efek negatif kenaikan cukai rokok antara lain adalah yang pertama, menaikkan harga jual secara bertahap dan proporsional dengan kenaikan cukai, serta memantau respons pasar dan kompetitor.

Kedua, menyesuaikan varian isi rokok, misalnya dari 16 batang menjadi 12 batang, untuk menawarkan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Ketiga, fokus pada segmen rokok tangan yang tidak kena kenaikan cukai, serta mengembangkan produk baru yang sesuai dengan preferensi konsumen. Keempat, meningkatkan efisiensi operasional dan biaya produksi, serta mengoptimalkan distribusi dan pemasaran produk.

Baca Juga: Cukai Rokok Jadi Naik 10% pada 2024? Ini Kata Kemenkeu

Beberapa analis menilai bahwa emiten rokok akan mengalami pertumbuhan pendapatan positif. Apalagi tingkat konsumsi masyarakat berpotensi meningkat seiring peningkatan peredaran uang pada periode kampanye Pemilu 2024.

BRI Danareksa Sekuritas memberikan peringkat overweight untuk sektor rokok. BRI Danareksa menetapkan target harga saham HMSP dan GGRM masing-masing Rp 1.000 per saham dan Rp 31.300 per saham. 

Kanaka Hita Solvera juga memberikan rekomendasi beli untuk saham HMSP dan GGRM, dengan target harga masing-masing Rp 1.050 per saham dan Rp 35.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati