Cuma dua saham naik, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (3 Oktober 2018)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rabu (3/10) Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah lagi. Ketika bursa saham tutup lapak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,88 poin (-0,13%), sebelum hinggap di angka indeks 5.867,74.

LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, turut tergerus. Turun 3,67 poin (-0,39%), LQ45 berakhir di 925,30.

Waskita Karya Tbk (WSKT), Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan Indika Energy Tbk (INDY), masih berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 3,89 kali, 4,58 kali, dan 6,71 kali. Posisi selanjutnya diisi oleh WSBPAKRALPPF, INKPMNCNBBNI, dan BBTN.

No. Kode Harga (2/10) Harga (3/10) PBV (kali) PER (kali)
1 WSKT 1.735 1.715 0.89 3.89
2 SRIL 346 362 1.06 4.58
3 INDY 2.810 2.830 0.89 6.71
4 WSBP 360 360 1.31 6.92
5 AKRA 4.070 4.060 1.65 7.28
6 LPPF 7.100 6.875 8.58 7.46
7 INKP 16.100 16.000 1.73 8.92
8 MNCN 800 795 1.07 8.93
9 BBNI 7.275 7.250 1.35 9.09
10 BBTN 2.540 2.540 1.20 9.44

Sumber: RTI.

Dari daftar 10 saham LQ45 dengan PER terkecil, hanya dua saham di antaranya yang naik harga dibanding hari sebelumnya. Mereka adalah SRIL dan INDY. Dua saham yang lain tidak berubah harga, yaitu Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dan Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Adapun seluruh saham yang lain, enam saham, turun harga. Mereka adalah WSKT, AKR Korporindo Tbk (AKRA), Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). 

Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.

Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana