Curah Hujan Tinggi, RMK Energy (RMKE) Optimistis Tingkatkan Volume Penjualan Batubara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah curah hujan yang sangat tinggi melanda area operasional, PT RMK Energy Tbk (RMKE) tetap optimistis meningkatkan volume penjualan batubara.

Direktur Operasional RMKE, William Saputra mengatakan, secara musiman produksi batubara di kuartal pertama 2024 memang cenderung sedikit namun ke depannya produksi berpotensi naik pada periode semester kedua tahun ini.

Baca Juga: Menilik Target Kinerja Emiten Jasa Tambang Tahun 2024


Menurut William, tantangan terbesar pada kuartal pertama tahun ini adalah curah hujan yang sangat tinggi.

Berdasarkan publikasi BMKG curah hujan pada bulan Februari 2024 di Sumatera Selatan masuk dalam kategori tinggi dan sangat tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu masuk dalam kategori menengah. 

“Di tengah tantangan tersebut, kami masih optimistis dapat meningkatkan volume penjualan batubara melalui kolaborasi dengan beberapa tambang potensial di Sumatera Selatan,” ungkap William dalam keterangan resminya, Selasa (19/3).

 
RMKE Chart by TradingView

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra juga menyampaikan sejumlah strategi telah disiapkan demi mengejar target keuangan tahun ini.

Sejumlah target tersebut meliputi penyelesaian pembangunan hauling road yang akan terintegrasi dengan tambang-tambang potensial di Sumatera Selatan, untuk meningkatkan volume penjualan dan jasa batubara.

Baca Juga: Sepanjang Desember 2023, Kinerja Operasional RMK Energy (RMKE) Tumbuh Positif

Selain itu, kata Vincent, RMKE juga mengoptimalkan produksi in-house hingga manajemen biaya dengan mempercepat proses bongkar muat batubara dengan waktu yang terbatas saat musim hujan dan penggunaan bahan bakar yang efisien dan efektif.

“Pada kuartal pertama tahun ini kami akan menandatangani beberapa kontrak kerja sama yang nantinya akan meningkatkan volume secara grup baik di hulu (RMKO) dan hilir (RMKE),” ujar Vincent.

Ia menambahkan, tekanan produksi batubara pada kuartal pertama tahun ini mungkin saja berdampak pada kenaikan harga batubara yang sempat terkoreksi dalam pada tahun lalu.

“Kondisi tersebut menjadi peluang bagi RMKE untuk meningkatkan volume penjualan batubara di tengah kondisi cuaca ekstrim,” tutup Vincent. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto