KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cushman & Wakefield Indonesia melaporkan total pasokan ruang ritel di Jakarta secara kumulatif mencapai 4.838.500 meter persegi (m²) hingga akhir 2025. Dengan begitu, hingga semester akhir 2025, pasokan ritel di Jakarta tumbuh tipis sebesar 0,7% secara tahunan (YoY) atau 0,6% secara kuartalan (QoQ). Head of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo memaparkan, tambahan pasokan selama periode tersebut berasal dari K Mall Menara Jakarta di Jakarta Pusat, yang menambah sekitar 27.600 m² ruang ritel baru ke pasar.
Selain itu, Arief melihat, para pemilik pusat perbelanjaan terus melakukan inisiatif untuk menarik pengunjung dan menghadirkan pengalaman belanja baru.
Baca Juga: Cushman & Wakefield: Stok Perkantoran CBD Jakarta Tetap 7,4 Juta m² hingga Akhir 2025 "Salah satunya melalui renovasi mal, seperti yang saat ini berlangsung di Cibubur Junction," katanya dalam laporan MarketBeat Cushman & Wakefield, Senin (2/2/2026). Ke depannya, Arief memproyeksikan Lippo Mall East Side di Holland Village, Travoy Hub Phase 2, dan Pondok Indah Mall 5 bakal menambah total pasokan gabungan sekitar 60.800 m² ke pasokan ritel Jakarta pada 2026. Arief melanjutkan, permintaan ritel di Jakarta juga baik selama semester terakhir 2025, dengan total ruang yang terisi mencapai 3.792.800 m². "Tingkat okupansi secara keseluruhan tercatat sebesar 78,4%, mencerminkan peningkatan 0,9% YoY dan 1,4% QoQ, didukung oleh ekspansi tenant yang stabil dan masuknya merek-merek baru," katanya.
Baca Juga: Pasokan Properti Ritel Jakarta di Kuartal III-2025 Stagnan, Okupansi Turun Tipis Beberapa tenant internasional, lanjutnya, memperkuat pasar dengan membuka toko pertama mereka di Indonesia. Di antaranya, ada Hublot di Plaza Indonesia, Moody Tiger di Pacific Place, Zundo-Ya di Gandaria City, serta Stand Oil dan Xtep di Central Park. Arief mencermati, sektor food and beverage (F&B) tetap menjadi penggerak permintaan teraktif. Selain restoran
full-service, konsep minuman kecil seperti
milk tea disebut semakin populer. "Ditandai dengan masuknya Molly Tea di Mall Kelapa Gading dan Gandaria City, serta ekspansi berkelanjutan merek lain seperti Teazzi dan Chagee," lanjutnya. Adapun dari sisi harga, Arief bilang harga sewa ritel di Jakarta dicatat stabil secara kuartalan pada kuartal IV-2025.
"Rata-rata tarif sewa dasar berada di Rp 834.900/ m² per bulan, naik 1,1% YoY. Sementara rata-rata
service charge mencapai Rp 199.700/ m² per bulan, naik 1,9% YoY," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News