KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield menunjukkan bahwa total stok perkantoran Central Business District (CBD) di Jakarta tetap berada di kisaran 7,4 juta meter persegi (m²) hingga akhir Desember 2025. Head of Strategic Consulting Cushman & Wakefield, Arief Rahardjo memaparkan, angka ini menunjukkan tak ada tambahan pasokan selama kuartal IV-2025. Di lain sisi, Arief melaporkan, aktivitas transaksi dan permintaan sewa tercatat melambat pada kuartal IV-2025.
"Meski demikian, satu transaksi sewa berskala besar sekitar 30.000 m² dikonfirmasi terjadi pada kuartal empat, yang berasal dari relokasi sebuah perusahaan minyak dan gas dari kawasan non-CBD ke Luminary Tower di kawasan CBD Thamrin," paparnya dalam laporan MarketBeat Cushman & Wakefield, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: Bisnis Masih Lesu, Okupansi Perkantoran CBD Jakarta Naik 0,3% di Kuartal III-2025 Adapun sebagian besar penyerapan bersih dilaporkan masih didominasi oleh perkantoran Grade A, yang menyumbang sekitar 89% dari total penyerapan di pasar perkantoran CBD Jakarta. Arief mengatakan, tingkat okupansi CBD secara keseluruhan meningkat sebesar 1,4% year-on-year (YoY) pada 2025, sejalan dengan berlanjutnya penyerapan bersih positif dan tidak adanya tambahan pasokan baru.
Baca Juga: Pasar Perkantoran Jakarta dan Surabaya Diprediksi Tumbuh Moderat Hingga 2028 Sementara dari sisi harga, hingga akhir Desember 2025, Cushman & Wakefield mencatat rata-rata tarif sewa dasar ada di level Rp 175.900/m² per bulan, mencerminkan kenaikan sebesar 1,7% secara kuartalan (QoQ) atau 3,1% YoY. Sedangkan, service charge dinilai tetap stabil di level Rp 94.700/m² per bulan. Menurut Arief, permintaan diperkirakan tetap positif sepanjang 2026, dengan penyerapan bersih diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan 2025. Hal ini, katanya, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2026 di kisaran 5,1%–5,4%. "Tingkat okupansi secara keseluruhan diproyeksikan terus membaik, didukung oleh tidak adanya tambahan pasokan baru sepanjang 2026," imbuhnya.
Baca Juga: Sektor Perumahan dan Perkantoran di Indonesia Dinilai Masih Menjanjikan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News