Cybersecurity Kian Diburu, Order Booking Bisnis Metrodata (MTDL) Melesat 36%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) optimistis bisnis keamanan siber (cybersecurity) masih akan menjadi salah satu motor pertumbuhan perusahaan hingga akhir 2026.

Optimisme tersebut sejalan dengan meningkatnya ancaman serangan siber secara global, percepatan transformasi digital, serta semakin luasnya adopsi teknologi berbasis artificial intelligence (AI) dan cloud.

Baca Juga: BPH Migas Ungkap Lonjakan Konsumsi Pertalite setelah Harga Pertamax Naik


Tren tersebut juga tercermin secara global. Sepanjang 2026, sejumlah perusahaan besar dunia seperti Nike, Coca-Cola, Novo Nordisk, Hasbro, hingga Carnival melaporkan insiden siber yang mengganggu operasional maupun menyebabkan kebocoran data.

Meningkatnya penggunaan AI oleh pelaku kejahatan siber turut mendorong perusahaan memperkuat investasi di bidang keamanan digital.

Direktur MTDL Randy Kartadinata mengatakan, permintaan terhadap layanan cybersecurity Metrodata tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan order booking sebesar 18% secara tahunan (year on year/YoY) sepanjang tahun buku 2025.

Baca Juga: Grup Bakrie Ekspansi Bisnis Waste to Energy, Siap Garap PSEL Surabaya

Menurutnya, peningkatan tersebut didorong oleh semakin tingginya kesadaran organisasi, baik di sektor pemerintah maupun swasta, terhadap pentingnya keamanan siber sebagai bagian dari strategi transformasi digital.

Selain itu, maraknya kasus peretasan, ransomware, hingga malware membuat perusahaan semakin memperkuat perlindungan terhadap data dan infrastruktur digital mereka.

"Seiring meningkatnya kebutuhan tersebut, Metrodata melihat keamanan siber tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai investasi strategis untuk menjaga keberlangsungan operasional bisnis dan melindungi data," ujar Randy kepada Kontan.co.id, Jumat (17/7/2026).

Pada kuartal I-2026, bisnis cybersecurity berkontribusi sekitar 6% terhadap total order booking unit bisnis solusi dan konsultasi Metrodata.

Adapun order booking dari lini bisnis ini tumbuh 36% secara tahunan, mencerminkan permintaan yang terus meningkat.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di Sejumlah Daerah Picu Antrean Panjang, Ini Penjelasan BPH Migas

Randy mengatakan, bisnis cybersecurity menjadi salah satu area dengan prospek pertumbuhan paling menjanjikan di unit bisnis solusi perseroan.

Oleh karena itu, Metrodata akan terus memperkuat kapabilitas sekaligus menghadirkan solusi keamanan siber yang terintegrasi sesuai kebutuhan pelanggan.

Metrodata juga melihat perkembangan AI dan layanan cloud akan berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis keamanan siber.

Semakin banyak institusi yang memindahkan penyimpanan data dari infrastruktur fisik ke platform digital dan cloud, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem keamanan yang mampu melindungi data dari ancaman peretasan, ransomware, maupun malware.

"MTDL melihat keamanan siber, AI, dan cloud sebagai layanan yang beriringan. Siber sekuriti akan banyak terdampak dengan banyaknya kebutuhan pelanggan untuk cloud maupun AI," kata Randy.

Baca Juga: Mitra Grab: Penghapusan Akses Hemat dan Gaspol Ikut Pengaruhi Pendapatan Ojol

Untuk menjaga daya saing di tengah ketatnya persaingan industri teknologi informasi, Metrodata mengombinasikan penguatan kapabilitas internal dengan kolaborasi bersama mitra teknologi global.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kemitraan dengan FPT Corporation dari Vietnam guna memperkuat pengembangan teknologi, khususnya di bidang keamanan siber.

Melalui kerja sama tersebut, Metrodata berharap dapat mempercepat inovasi melalui riset bersama, pengembangan solusi, serta peningkatan layanan keamanan siber yang lebih komprehensif bagi pelanggan di Indonesia maupun Vietnam.

Ke depan, Metrodata memproyeksikan prospek bisnis cybersecurity di Indonesia masih sangat menjanjikan.

Perseroan menilai meningkatnya ancaman siber, penguatan regulasi, serta semakin kompleksnya lanskap teknologi akan mendorong perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan dan mengonsolidasikan sistem keamanan digital mereka.

Baca Juga: PLN Ringankan Biaya Tambah Daya Listrik hingga Akhir Juli 2026, Cek Syaratnya

Metrodata meyakini tren tersebut akan membuka peluang pertumbuhan yang positif bagi bisnis cybersecurity perseroan seiring semakin matangnya transformasi digital di berbagai sektor ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News