Daewoo Sekuritas rekomendasikan BBNI, LSIP & AALI



JAKARTA.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang mengalami penguatan hari ini. Pasalnya indikator teknikal yang menunjukkan potensi pelemahan berkurang dan ada sinyal positif.

Heldy Arifien, analis KDB Daewoo Securities menjelaskan, IHSG telah membentuk formasi three outside down pada titik 19.48 oversold stochastic. Menurutnya, hal itu menggambarkan tekanan pelemahan yang masih berpeluang untuk berlanjut hari ini tetapi akan dibatasi oleh support 4.810-4.790.

"Dengan demikian, IHSG memiliki peluang technical rebound pada area support 4.790-4.810," katanya dalam riset yang diterima KONTAN, Rabu (27/4).


Saham-saham pilihan Daewoo hari ini antara lain BBNI, LSIP dan AALI. Heldy merekomendasikan buy ketiganya karena secara teknikal berpeluang mengalami penguatan.

BBNI secara teknikal mengalami bullish signal pada titik 12,60 oversold stochastic saat penutupan harga sesi perdagangan kemarin membentuk formasi three inside down. Menurut Heldy, ini membuka peluang pembalikan arah pada BBNI. Perkiraannya, pergerakan saham emiten perbankan pelat merah ini akan berada dalam rentang harga Rp 4.620- Rp 4.680.

Sementara saham LSIP, jelasnya, telah membentuk formasi ladder bottom dengan bullish signal pada titik 48,28 oversold trading stochastic. Ini diperkirakan dapat kembali mendorong penguatan saham perkebunan ini untuk selanjutnya mencoba melakukan penetrasi resistensi Rp 1.695. "Dengan demikian, LSIP memiliki ruang untuk bergerak di kisaran Rp 1.660- Rp 1.700," jelas Heldy.

Adapun saham AALI secara teknikal telah membentuk ladder bottom yang terbentuk pada kondisi overbought trading di titik 63,16 stochastic yang memberikan ruang bagi saham perkebunan ini untuk tetap bertahan pada area akumulasinya di rentang harga Rp 15.950-Rp 16.850.

Saham-saham yang patut di cermati dan diwaspadai hari ini menurut Heldy adalah trading buy saham HMSP, UNVR, BBRI, AKRA, SSMS, dan ELSA serta trading sell saham ADHI, ADRO, LPKR, WTON dan MNCN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie