KONTAN.CO.ID - Lanskap kekayaan global mengalami transformasi radikal dalam satu dekade terakhir. Akumulasi kekayaan para miliarder dunia tercatat melonjak tajam, didorong oleh ekspansi sektor teknologi dan valuasi pasar modal yang agresif secara global. Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index yang dilansir
Business Insider, total kekayaan gabungan dari 10 orang terkaya di dunia pada akhir 2015 hanya berada di bawah US$ 600 miliar. Namun, per 15 Januari 2026, angka tersebut telah naik hampir lima kali lipat menjadi US$ 2,6 triliun. Jika dikonversi ke mata uang domestik dengan kurs Rp 16.909 per US$, nilai tersebut setara dengan Rp 43.963 triliun.
Baca Juga: Bos Arsenal FC, Stan Kroenke, Jadi Pemilik Lahan Privat Terbesar di AS Fenomena paling mencolok adalah kemunculan Elon Musk sebagai individu terkaya di planet ini. CEO Tesla dan SpaceX tersebut kini memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 682 miliar atau sekitar Rp 11.531 triliun. Angka ini delapan kali lebih besar dibandingkan kekayaan Bill Gates saat memuncaki daftar yang sama pada tahun 2016 lalu.
Pergeseran Dominasi di Puncak Daftar
Daftar orang terkaya dunia saat ini semakin didominasi oleh para pendiri perusahaan teknologi global. Berikut adalah gambaran pergeseran posisi dan nilai kekayaan para miliarder tersebut menurut data yang mengemuka pada awal 2026:
- Elon Musk: Menempati posisi pertama dengan kekayaan US$ 682 miliar (Rp 11.531 triliun), naik drastis dibandingkan satu dekade lalu saat dirinya belum masuk jajaran 10 besar.
- Larry Page dan Sergey Brin: Pendiri Alphabet ini kini berada di posisi kedua dan ketiga dengan kekayaan masing-masing US$ 285 miliar (Rp 4.819 triliun) dan US$ 264 miliar (Rp 4.463 triliun).
- Jeff Bezos: Pendiri Amazon ini mempertahankan posisi di papan atas, yakni peringkat keempat dengan total harta US$ 260 miliar (Rp 4.396 triliun).
- Larry Ellison: Bos Oracle berada di posisi kelima dengan kekayaan mencapai US$ 242 miliar (Rp 4.091 triliun).
- Mark Zuckerberg: CEO Meta ini menempati peringkat keenam dengan total kekayaan US$ 220 miliar (Rp 3.719 triliun).
- Bernard Arnault: Raja barang mewah LVMH menempati posisi ketujuh dengan harta US$ 200 miliar (Rp 3.381 triliun).
- Steve Ballmer dan Jensen Huang: Eks CEO Microsoft dan CEO Nvidia ini masing-masing berada di posisi delapan dan sembilan dengan kekayaan US$ 160 miliar dan US$ 155 miliar.
- Warren Buffett: Investor legendaris ini kini berada di peringkat 10 dengan total kekayaan US$ 148 miliar (Rp 2.502 triliun).
Munculnya nama Jensen Huang di posisi sembilan tidak lepas dari ledakan permintaan cip kecerdasan buatan (AI) yang mendongkrak nilai pasar Nvidia ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dampak Filantropi Terhadap Peringkat
Menariknya, beberapa tokoh yang sebelumnya berada di posisi puncak justru mengalami penurunan peringkat meski harta mereka secara nominal tetap tumbuh. Bill Gates, yang memimpin daftar satu dekade lalu dengan kekayaan US$ 84 miliar, kini turun ke posisi 17 dunia. Melansir laporan Business Insider, merosotnya posisi Gates sebagian besar disebabkan oleh komitmen filantropinya yang masif. Hingga akhir 2024, Gates dan mantan istrinya, Melinda French Gates, telah menyumbangkan lebih dari US$ 60 miliar atau sekitar Rp 1.014 triliun kepada Gates Foundation. Gates bahkan berencana mendonasikan 99% hartanya pada tahun 2045 mendatang. Kondisi serupa dialami oleh sang "Oracle of Omaha", Warren Buffett. Meski kekayaannya meningkat dari US$ 63 miliar pada 2016 menjadi US$ 148 miliar saat ini, posisinya turun dari peringkat ketiga ke peringkat 10. Penurunan ini disebabkan oleh aksi Buffett yang secara rutin menyumbangkan sahamnya di Berkshire Hathaway untuk kegiatan sosial.
Tonton: Suku Bunga Turun, Harga Bitcoin Bisa Cetak Rekor Lagi Laju Pertumbuhan Valuasi Aset
Pertumbuhan kekayaan yang luar biasa ini tidak lepas dari performa saham perusahaan-perusahaan inti mereka. Mengutip data
Bloomberg, saham Tesla telah melonjak sekitar 27 kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir setelah disesuaikan dengan pemecahan saham (stock split). Valuasi produsen mobil listrik tersebut kini mencapai US$ 1,5 triliun. Unit bisnis Musk lainnya juga mencatatkan pertumbuhan nilai yang fantastis. SpaceX kini memiliki valuasi privat sekitar US$ 800 miliar (Rp 13.527 triliun), sementara startup AI miliknya, xAI, dihargai sekitar US$ 230 miliar atau setara Rp 3.889 triliun pada bulan ini. Di sisi lain, konglomerat sektor ritel dan industri tradisional harus rela posisinya tergeser oleh raksasa teknologi. Amancio Ortega, pendiri Inditex (Zara), melorot dari posisi kedua ke posisi 15 meskipun kekayaannya hampir berlipat ganda menjadi US$ 133 miliar. Hal yang sama menimpa raja telekomunikasi Carlos Slim dan industrialis Charles Koch yang kini keluar dari jajaran 10 besar dunia.
Perubahan komposisi ini menunjukkan bahwa dalam satu dekade terakhir, ekonomi global telah bergeser sepenuhnya ke arah digitalisasi dan inovasi teknologi sebagai mesin utama pencetak kekayaan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News