Daftar Negara dengan Produksi Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Peringkat Kelima



KONTAN.CO.ID - Indonesia menempati peringkat kelima dalam daftar negara dengan nilai produksi pertanian terbesar di dunia pada 2024.

Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), nilai produksi pertanian Indonesia mencapai US$145 miliar, atau berkontribusi sekitar 2,8% terhadap total produksi pertanian global.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di bawah China, India, Amerika Serikat, dan Brasil.


Baca Juga: Dibalik Perang AS-Israel vs Iran, 8 Raksasa Minyak Dunia Ini Untung Rp 1.600 Triliun

Daftar Negara dengan Produksi Pertanian Terbesar di Dunia

Indonesia berhasil mengungguli sejumlah negara dengan sektor pertanian yang juga kuat, seperti Turkiye, Rusia, Jepang, Prancis, dan Meksiko.

Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berhasil masuk dalam 10 besar daftar tersebut.

Secara keseluruhan, nilai produksi pertanian dunia mencapai US$5,2 triliun pada 2024.

Berikut 10 negara dengan nilai produksi pertanian terbesar di dunia pada 2024 berdasarkan data FAO yang dirilis Juli 2026:

Peringkat Negara Nilai Produksi Pertanian 2024 Pangsa Global
1 China US$1,9 triliun 35,6%
2 India US$573 miliar 10,9%
3 Amerika Serikat US$451 miliar 8,6%
4 Brasil US$204 miliar 3,9%
5 Indonesia US$145 miliar 2,8%
6 Turkiye US$92 miliar 1,8%
7 Rusia US$87 miliar 1,7%
8 Jepang US$86 miliar 1,7%
9 Prancis US$82 miliar 1,6%
10 Meksiko US$77 miliar 1,5%
Baca Juga: Daftar Negara ASEAN Berdasarkan Pendapatan versi Bank Dunia, Posisi Indonesia?

China Masih Mendominasi Sektor Pertanian Dunia

Pada 2024, nilai produksi pertanian negara tersebut mencapai US$1,9 triliun, setara sekitar 35,6% dari total produksi pertanian global.

Besarnya nilai produksi tersebut bahkan melampaui gabungan tiga negara yang berada tepat di bawahnya, yakni India, Amerika Serikat, dan Brasil.

India berada di posisi kedua dengan nilai produksi pertanian sebesar US$573 miliar, disusul Amerika Serikat sebesar US$451 miliar dan Brasil sebesar US$204 miliar.

Secara keseluruhan, empat negara teratas menyumbang hampir 60% dari total nilai produksi pertanian dunia.

Baca Juga: Inflasi Filipina Melambat Jadi 6,2% pada Juli 2026

Faktor Penguat Produksi Pertanian

FAO menjelaskan dominasi China dan India ditopang oleh sistem produksi pangan domestik yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan hampir tiga miliar penduduk.

Sementara itu, Amerika Serikat mengandalkan teknologi pertanian modern dan produktivitas hasil panen yang tinggi.

Brasil dikenal sebagai salah satu negara dengan sektor agribisnis paling kompetitif di dunia, terutama berkat kekuatan ekspor berbagai komoditas pertanian.

Mengutip Visual Capitalist, di Eropa produksi pertanian tidak terpusat pada satu negara. Rusia menjadi produsen terbesar di kawasan tersebut berkat produksi gandum dalam skala besar.

Sedangkan Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol lebih banyak menghasilkan komoditas bernilai tambah tinggi, seperti anggur, produk susu, dan minyak zaitun.

FAO juga mencatat sektor pertanian masih memiliki peran penting bagi perekonomian global. Selain mencakup sekitar 50% dari lahan layak huni di dunia, sektor ini menjadi sumber mata pencaharian bagi jutaan orang.

Baca Juga: Starbucks Korea Selatan Terseret Kasus Dugaan Penghinaan Korban Demonstrasi 1980