KONTAN.CO.ID - Iran telah mengizinkan kapal-kapal dari sejumlah negara untuk melewati Selat Hormuz, meski jalur perdagangan tersebut sebagian besar ditutup akibat perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi. "Beberapa negara telah berbicara kepada kami tentang pembangunan jalan melalui selat tersebut dan kami telah bekerja sama dengan mereka," kata dia, dikutip dari Daily Sabah.
Meski demikian, Takht-Ravanchi memastikan bahwa negara-negara yang memiliki keuntungan di balik peperangan AS dan Israel melawan Iran tidak akan mendapat perizinan tersebut. "Sejauh menyangkut Iran, kami merasa bahwa negara-negara yang bergabung dalam agresi tersebut seharusnya tidak mendapat keuntungan dari jalur aman melalui Selat Hormuz," ucapnya. Sebagai informasi, Selat Hormuz adalah jalur maritim sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Samudra Hindia secara lebih luas.
Selat Hormuz, Strategi Iran untuk Menekan AS-Israel
Selat ini merupakan salah satu rute paling penting untuk transportasi energi global dengan sebagian besar pengiriman minyak dunia melalui jalur selat tersebut. Karena pentingnya secara strategis, setiap gangguan terhadap lalu lintas di selat tersebut bisa dengan cepat memengaruhi pasar energi global dan jalur pelayaran. Lantas, negara mana saja yang diperbolehkan Iran untuk melintasi Selat Homuz?
Baca Juga: Trump Tunda Kunjungan ke China di Tengah Konflik dengan Iran Daftar negara yang diizinkan Iran melintasi Selat Homuz
Sebelumnya, pada 2 Maret 2026, penasihat senior untuk panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ebrahim Jabari mengumumkan, Selat Hormuz akan ditutup dan apabila ada kapal yang mencoba menyeberanginya maka IRGC dan angkatan laut akan membakar kapal-kapal tersebut. Ancaman ini membuat harga minyak mentah Brent naik 2,5 persen menjadi 105,70 dollar AS pada Senin (16/3/2026). Angka itu naik lebih dari 40 persen dibandingkan sebelum perang terjadi pada 28 Februari 2026. Meski demikian, baru-baru ini Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan angin segar. Dia mengumumkan melalui jaringan televisi AS CBS bahwa Teheran telah bernegosiasi dengan sejumlah negara yang meminta jalur aman bagi kapal-kapal mereka saat melintasi Selat Hormuz. "Sekelompok kapal dari berbagai negara telah diizinkan untuk lewat," tuturnya tanpa memberikan perincian lebih lanjut. Tapi bisa dipastikan, perizinan tersebut tidak diberikan kepada kapal-kapal tanker milik AS.
Dikutip dari
Al Jazeera, berikut ini kapal-kapal dari berbagai negara yang diizinkan untuk melewati selat tersebut: 1. Pakistan Menurut laporan Bloomberg, sebuah kapal tanker Aframax berbendera Pakistan bernama Karachi berlayar keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada Minggu (15/3/2026).
Baca Juga: AS Klaim Telah Hancurkan 47 Kapal Penyelundup Narkoba, 157 Orang Tewas