Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (10 Juli 2026), PGAS dan BRPT Jadi Sorotan



KONTAN.CO.ID - Pasar saham Indonesia melanjutkan penguatan pada 10 Juli 2026. Total nilai transaksi bursa tercatat Rp8,9 triliun, turun dari Rp12,1 triliun pada perdagangan sehari sebelumnya, meski mayoritas saham tetap menghijau.

Investor asing tercatat net beli dari sisi volume (111,1 juta lembar), namun net jual dari sisi nilai (Rp 421,7 miliar), pola yang mengindikasikan asing membeli banyak saham berharga rendah sambil melepas saham-saham bernilai tinggi.

Ada dua ukuran valuasi yang rutin dipantau dalam rekap harian ini. Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per lembarnya. Semakin kecil angka PER, semakin murah saham itu secara laba. Namun murah di sini tidak otomatis berarti layak dibeli.


Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per lembar. PBV di bawah 1 kali menandakan saham diperdagangkan di bawah nilai bukunya, sedangkan di atas 1 kali berarti pasar menghargai perusahaan lebih tinggi dari asetnya.

Baca Juga: Wall Street Reli: S&P 500 Dekati Rekor Tertinggi, Debut SK Hynix Sokong Nasdaq

Semua Saham Termurah Menghijau atau Stagnan

Kode Close PER PBV Perubahan
JPFA 2.000 3,23 1,14 +1,52%
BBTN 1.180 3,73 0,45 +0,85%
INKP 7.325 3,78 0,34 +0,69%
HRTA 1.785 4,73 2,25 +2,29%
CPIN 3.120 4,96 1,39 +1,63%
INDF 6.775 5,03 0,77 +2,26%
ANTM 2.900 5,11 1,79 +1,75%
BBNI 3.420 5,63 0,79 0,00%
PGAS 1.465 5,77 0,74 +4,64%
TOWR 372 5,81 0,79 +1,09%
Sumber: Pusat Data Kontan

Tak satu pun dari sepuluh saham PER terendah ini melemah kemarin. PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) mencatat kenaikan terbesar di kelompok ini, 4,64%, satu-satunya yang naik lebih dari 3%. PT Bank Negara Indonesia (BBNI) jadi satu-satunya yang harganya persis stagnan dari hari sebelumnya.

Baca Juga: Wall Street Bergerak Stabil, Investor Menanti Debut SK Hynix di Nasdaq

Mayoritas Saham Termahal Juga Ikut Naik

Kode Close PER PBV Perubahan
CUAN 620 206,67 11,92 0,00%
GOTO 50 50,00 1,79 0,00%
DEWA 338 37,56 1,74 +1,81%
UNTR 24.500 35,56 0,95 +1,87%
BUMI 142 35,50 1,89 +0,71%
SMGR 1.415 29,48 0,22 +0,35%
MBMA 494 26,00 1,94 -0,40%
BRPT 1.620 24,55 3,84 +1,25%
AMMN 3.510 23,40 2,73 +1,74%
INCO 4.690 16,69 1,03 +1,96%
Sumber: Pusat Data Kontan

Baca Juga: Harga Emas Tertekan, Konflik Timur Tengah Picu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Delapan dari sepuluh saham PER tertinggi menguat kemarin, dua lainnya stagnan (CUAN, GOTO), dan hanya PT Merdeka Battery Materials (MBMA) yang melemah tipis, 0,40%. PT Semen Indonesia (SMGR) tetap memegang status PBV termurah di seluruh 20 saham gabungan (0,22 kali), berpasangan dengan PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) yang PBV-nya juga rendah (0,34 kali) namun PER-nya jauh lebih murah, pola yang konsisten muncul dalam beberapa hari terakhir.

SMGR juga mencatat nilai transaksi terkecil di kelompok termahal kemarin, hanya Rp9,5 miliar. Sementara itu, PT Barito Pacific (BRPT) mencatat nilai transaksi terbesar di kelompok ini, Rp299,2 miliar, dengan kenaikan harga 1,25%.

Baca Juga: BBCA dan BBRI Tertatas, Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing, Jumat (10/6)

DEWA Mereda, BUMI Tetap Rajai Volume

PT Darma Henwa (DEWA), yang melonjak lebih dari 11% dengan volume 1,22 miliar lembar pada hari sebelumnya, kini mereda dengan kenaikan lebih moderat, 1,81%. Volume transaksinya turun hampir separuh menjadi 609,1 juta lembar. Meski mereda, DEWA masih mencatat nilai transaksi kedua terbesar di kelompok termahal, Rp205,2 miliar, di bawah BRPT.

Sementara itu, PT Bumi Resources (BUMI) kembali mencatat volume tertinggi di antara seluruh 20 saham gabungan, 1,13 miliar lembar. Namun nilai transaksinya, Rp159,9 miliar, kalah jauh dari BRPT dan DEWA yang volumenya justru jauh lebih kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News