KONTAN.CO.ID - Pasar saham Indonesia mencatat hari yang didominasi warna merah pada 8 Juli 2026. Dari 20 saham konstituen LQ45 dengan
price earning ratio (PER) terendah dan tertinggi, 17 di antaranya ditutup melemah, hanya dua yang naik dan satu stagnan. Koreksi ini menembus batas kelompok valuasi: saham semurah PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA, PER 3,24 kali) maupun semahal PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN, PER 200 kali) sama-sama terseret turun. Total nilai transaksi bursa kemarin tembus Rp10,5 triliun, dengan investor asing tercatat
net sell sebesar Rp689,8 miliar.
Baca Juga: Wall Street Berakhir Beragam Rabu (8/7), Ancaman Serangan ke Iran Bayangi Pasar 10 Saham LQ45 Termurah: 9 dari 10 Saham Tertekan
| Kode | Close | PER | PBV | Perubahan |
| JPFA | 2.010 | 3,24 | 1,15 | -3,83% |
| INKP | 7.075 | 3,65 | 0,33 | -4,71% |
| BBTN | 1.175 | 3,72 | 0,45 | -3,69% |
| HRTA | 1.730 | 4,59 | 2,18 | -4,15% |
| CPIN | 3.060 | 4,86 | 1,37 | -3,77% |
| INDF | 6.575 | 4,88 | 0,75 | -1,50% |
| ANTM | 2.790 | 4,92 | 1,73 | -4,78% |
| BBNI | 3.380 | 5,57 | 0,78 | -2,59% |
| PGAS | 1.425 | 5,61 | 0,72 | +1,42% |
| TOWR | 370 | 5,78 | 0,78 | -1,07% |
Sumber: Pusat Data Kontan Baca Juga: Hari Ini (9/7) Perdagangan Perdana IPO Saham PRDL, Cek Simulai ARA & ARB Berbeda dari sehari sebelumnya yang menunjukkan saham-saham murah dikejar pasar, Rabu (8/7) polanya berbalik total: sembilan dari sepuluh nama justru ditutup melemah. Hanya PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang bertahan di zona hijau, meski tipis (+1,42%). Saham PT Aneka Tambang (ANTM) jadi sorotan utama kelompok ini, bukan karena PER-nya paling rendah, melainkan karena penurunan 4,78% dengan frekuensi transaksi tertinggi (22.496 kali) dan nilai transaksi terbesar (Rp215,0 miliar) di antara 10 saham LQ45 dengan PER terendah. Perlu kita cermati bagaimana kelanjutan pergerakan harga saham semurah dan seramai ini justru melemah tajam. Apakah ini sinyal tekanan jual yang cukup meluas, bukan sekadar
profit taking tipis? Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI), yang sehari sebelumnya tercatat sebagai saham murah paling diburu, kemarin justru terkoreksi 2,59%, pengingat bahwa valuasi rendah bukan jaminan tren kenaikan berlanjut tanpa jeda.
Baca Juga: Diversifikasi Bisnis Perkokoh Fundamental BUMI 10 Saham LQ45 Termahal: Koreksi Lebih Dalam
| | Close | PER | PBV | Perubahan |
| CUAN | 600 | 200,00 | 11,54 | -5,51% |
| GOTO | 50 | 50,00 | 1,79 | 0,00% |
| UNTR | 24.300 | 35,27 | 0,94 | +1,25% |
| BUMI | 136 | 34,00 | 1,81 | -2,86% |
| DEWA | 298 | 33,11 | 1,54 | -3,87% |
| SMGR | 1.420 | 29,58 | 0,22 | -6,58% |
| MBMA | 478 | 25,16 | 1,87 | -6,27% |
| BRPT | 1.500 | 22,73 | 3,55 | -5,06% |
| AMMN | 3.350 | 22,33 | 2,60 | -5,90% |
| MDKA | 2.570 | 16,06 | 4,34 | -5,51% |
Sumber: Pusat Data Kontan Baca Juga: Wall Street Merana: Pernyataan Trump Tentang Iran Membebani Pasar Saham AS Koreksi kemarin justru lebih dalam di kelompok saham termahal dibanding kelompok termurah. Saham PT Semen Indonesia (SMGR) mencatat penurunan terbesar di seluruh 20 nama gabungan: -6,58%. Ini menarik karena SMGR yang memiliki rasio harga terhadap nilai buku (PBV) tetap yang termurah (0,22 kali), meski PER-nya berada di peringkat keenam termahal di kelompok ini.
Baca Juga: OJK Wajibkan Sertifikasi Influencer Kripto, Industri Nilai Tingkatkan Kredibilitas Saham CUAN, meski masih menyandang status PER termahal di LQ45 (200,00 kali, turun dari 211,67 kali sehari sebelumnya), ikut terkoreksi 5,51%. Saham dengan valuasi paling premium ini pun ternyata tidak kebal dari tekanan pasar.
Hanya PT United Tractors (UNTR) yang bertahan positif tipis (+1,25%) di seluruh kelompok termahal ini, sementara PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) stagnan di harga Rp50. Volume transaksi GOTO melonjak tajam menjadi 281,96 juta lembar (8/7), sekitar 18,7 kali lipat dibanding hari sebelumnya. Tapi karena harga sahamnya tetap di level Rp50, nilai transaksinya cuma Rp14,1 miliar, jauh di bawah saham-saham lain yang volumenya jauh lebih kecil. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News