KONTAN.CO.ID - Lebih dari sebulan konflik antara Iran dengan Israel dan United States memicu babak baru penutupan Selat Hormuz. Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, yang turut mengguncang stabilitas energi global. Sebelumnya, Teheran bahkan sempat menutup seluruh akses pelayaran di jalur strategis tersebut. Dampaknya terasa luas di pasar dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati Selat Hormuz, sehingga setiap gangguan langsung mendorong lonjakan harga energi. Belakangan, Iran mulai memberikan kelonggaran dengan mengizinkan secara terbatas beberapa negara untuk tetap melintas dan mengekspor komoditas mereka. Melalui jalur komunikasi dan diplomasi, sejumlah negara mendapat pengecualian meski Amerika Serikat dan sekutunya tetap tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Daftar negara yang diizinkan melewati Selat Hormuz
Menurut laporan media Inggris, Express, Jumat (3/4/2026), Rusia, China, dan India dilaporkan termasuk dalam lima “negara sahabat” yang saat ini diizinkan melintasi Selat Hormuz. India secara khusus masuk dalam daftar prioritas Iran. Sejumlah kapal pengangkut LPG dan minyak mentah seperti Jag Vasant, Pine Gas, Shivalik, dan Nanda Devi tercatat berhasil melewati selat tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Situasi ini membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Baca Juga: Ancaman Trump: 48 Jam Sebelum Neraka Turun ke Iran Pakistan dan Irak juga termasuk negara yang telah diizinkan melewati Selat Hormuz. "Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menurut saluran televisi satelit milik Lebanon, Al Mayadeen, dikutip oleh Kantor Berita Rusia, Sputnik/RIA Novosti pada 26 Maret 2026. Menurut laporan Newsweek, Sabtu (4/4/2026), Pakistan tercantum dalam daftar negara-negara yang diberikan izin pelayaran aman oleh pejabat Iran. Setidaknya satu kapal tanker berbendera Pakistan terlacak keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada pertengahan Maret. Pelayaran Irak juga termasuk di antara negara-negara yang digambarkan Iran sebagai "negara sahabat" dengan izin pelayaran diberikan berdasarkan aturan keamanan Iran karena keselarasan politik dan kedekatan Baghdad. Thailand diizinkan melintasi jalur tersebut setelah koordinasi diplomatik, sementara Sri Lanka mendapat akses sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama kemanusiaan dan logistik selama konflik. Baca Juga: AS Perketat Blokade Teknologi China, FCC Usul Larangan Impor Total Produk Lama Bangladesh juga diberikan izin transit terbatas oleh Iran karena dinilai sebagai negara sahabat dengan jalur terkoordinasi. Turkiye juga berhasil meloloskan sejumlah kapal melalui selat tersebut, meski lebih dari selusin kapal masih menunggu izin hingga Sabtu. Menteri Transportasi Abdulkadir Uraloglu menyebut dua dari 15 kapal yang berada di dekat selat telah berhasil melintas. Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Minggu (29/3/2026), setelah komunikasi dengan otoritas Iran, sebelumnya kapal dari Malaysia, Mesir, Korea Selatan, juga telah mengantongi izin melintas Selat Hormuz. Menurut Lloyd's List, sedikitnya dua kapal yang melintasi Selat Hormuz membayar biaya menggunakan yuan. Dengan demikian, berikut ini daftar terbaru negara yang diizinkan melewati Selat Hormuz, di antaranya:- Rusia
- China
- India
- Pakistan
- Irak
- Thailand
- Malaysia
- Bangladesh
- Sri Lanka
- Mesir
- Korea Selatan
- Turkiye.