JAKARTA. Perhatian atas lingkungan hidup menekan industri otomotif agar menghasilkan mobil-mobil yang semakin ramah lingkungan. Berbagai alternatif, meski terkadang tidak selalu positif, sudah coba dilakukan pemain global. Buat Daihatsu sebagai bagian grup Toyota, pilihannya adalah mengembangkan teknologi mesin konvensional. Sampai saat ini setidaknya ada empat jenis pengembangan mesin, yakni satu pembakaran dalam yang konvensional, hibrida, bertenaga listrik, dan fuel cell. Semakin canggih teknologinya berarti pengembangan dan harga jual di pasar semakin mahal. Dalam piramida strategi bisnis grup Toyota, Daihatsu berada paling bawah. Artinya, Daihatsu bermasin di bagian pasar paling besar yang menginginkan mobil harga terjangkau. Maka itu untuk menghasilkan mobil dengan standar emisi rendah, Daihatsu memilih tetap pakai cara lama.
Daihatsu bertahan dengan teknologi konvensional
JAKARTA. Perhatian atas lingkungan hidup menekan industri otomotif agar menghasilkan mobil-mobil yang semakin ramah lingkungan. Berbagai alternatif, meski terkadang tidak selalu positif, sudah coba dilakukan pemain global. Buat Daihatsu sebagai bagian grup Toyota, pilihannya adalah mengembangkan teknologi mesin konvensional. Sampai saat ini setidaknya ada empat jenis pengembangan mesin, yakni satu pembakaran dalam yang konvensional, hibrida, bertenaga listrik, dan fuel cell. Semakin canggih teknologinya berarti pengembangan dan harga jual di pasar semakin mahal. Dalam piramida strategi bisnis grup Toyota, Daihatsu berada paling bawah. Artinya, Daihatsu bermasin di bagian pasar paling besar yang menginginkan mobil harga terjangkau. Maka itu untuk menghasilkan mobil dengan standar emisi rendah, Daihatsu memilih tetap pakai cara lama.