Dalai Lama Akan Jalani Perawatan Lutut di New Delhi, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemimpin spiritual umat Buddha Tibet, Dalai Lama, akan menjalani perawatan medis pada lutut kirinya di New Delhi, India, bulan ini. Kabar tersebut disampaikan oleh kantor Dalai Lama pada Kamis (4/6/2026), di tengah berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi tokoh berusia 90 tahun tersebut.

Dalai Lama dijadwalkan bertolak ke ibu kota India pada Jumat (5/6) dari kediamannya di pengasingan yang berada di kota pegunungan Dharamshala, wilayah Himalaya. Para pengikutnya yang selama beberapa tahun terakhir menaruh perhatian besar terhadap kondisi kesehatannya biasanya menggelar doa-doa khusus menjelang prosedur medis yang akan dijalani.

"Ia akan menjalani perawatan medis pada lutut kirinya," demikian pernyataan kantor Dalai Lama melalui platform X. Kantor tersebut juga menambahkan bahwa Dalai Lama diperkirakan akan melakukan perjalanan ke wilayah Ladakh di India pada akhir Juni untuk tinggal dalam jangka waktu yang lebih lama.


Baca Juga: Bursa Saham Eropa Bergerak Datar, Investor Cermati Konflik Timur Tengah

Penerima penghargaan Nobel Perdamaian itu sebelumnya telah menjalani operasi pada lutut yang sama di New York pada 2024. Namun, beberapa bulan setelah operasi tersebut, Dalai Lama mengatakan kepada Reuters bahwa kondisinya "tidak serius", meskipun saat itu ia terlihat berjalan dengan hati-hati dan dibantu oleh para pendampingnya.

Saat ini, Dalai Lama juga diketahui menggunakan mobil golf untuk menempuh jarak yang lebih jauh di dalam kompleks tempat tinggalnya.

Dalai Lama ke-14 itu pada tahun lalu menyatakan harapannya untuk dapat hidup lebih dari 130 tahun, memperpanjang prediksi yang pernah ia sampaikan sebelumnya. Ia juga telah meyakinkan para pengikutnya bahwa dirinya akan bereinkarnasi setelah meninggal dunia.

Sebagai pemimpin Buddha Tibet yang paling lama menjabat, Dalai Lama telah tinggal di Dharamshala sejak melarikan diri dari Tibet pada 1959 menyusul kegagalan pemberontakan terhadap pemerintahan China.

Baca Juga: El Nino Ancam Produksi Pangan Asia, Harga Beras dan Gandum Berpotensi Naik

Suksesi Dalai Lama Masih Menjadi Isu Sensitif

Di sisi lain, isu suksesi Dalai Lama tetap menjadi salah satu titik ketegangan antara komunitas Tibet dan pemerintah China.

China, yang berupaya memperkuat kendalinya atas Tibet, memandang Dalai Lama sebagai seorang separatis. Beijing juga menegaskan bahwa pemerintah China harus menyetujui siapa pun yang akan menjadi penerus Dalai Lama, dengan mengacu pada ritual yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Namun, Dalai Lama telah berulang kali meminta para pengikutnya untuk menolak siapa pun yang dipilih oleh pemerintah China sebagai penerusnya.