Dalam 2 minggu pemerintah berharap dapat realisasikan bansos khusus di DKI Jakarta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan agar menyusun program bantuan sosial (bansos) khusus bagi daerah-daerah seperti Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi lonjakan arus pemudik dari DKI ke daerah-daerah lain. 

"Sehingga diputuskan akan diberikan Bansos khusus untuk DKI dalam rangka untuk meredam arus mudik ke daerah lain," ujar Mensos dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa (4/2). 

Baca Juga: Tiga instruksi Jokowi untuk persiapan ramadan dan Idulfitri di tengah wabah corona


"Intinya tadi juga Bapak Presiden meminta agar seperti yang disampaikan Bapak Menko Maritim, karena sudah banyak program-program bansos yang digelontorkan oleh pemerintah antara lain yang seperti PKH, program (Kartu) Sembako dan sebentar Kartu Prakerja dan beberapa insentif kepada dunia usaha," imbuh Mensos. 

Ia mengakui sedang menghitung dengan cermat agar tidak tumpang tindih sehingga benar-benar yang terdampak paling parah, khususnya para pekerja harian, pekerja di sektor informal khususnya di DKI Jakarta ini benar-benar bisa mendapatkan haknya. 

"Saya kira Bapak Presiden tadi sudah jelas dan meminta kepada kami agar dalam waktu paling lama 2 minggu kami sudah bisa merealisasikan program bansos khusus ini di DKI," ujarnya. 

Mengenai besaran dan mekanisme, Mensos akan melakukan Menko Perekonomian, Mendagri,  Menteri Keuangan, dan Menko Maritim selaku Menhub Ad Interim agar juga dipastikan program-program khusus ini tidak terlalu tumpang tindih dan benar-benar dengan berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan. 

Baca Juga: Menghitung dampak Covid-19 terhadap dunia usaha hingga UMKM

"Saya kira dari saya sementara itu. Prinsipnya kami bekerja keras untuk memastikan agar arus mudik bisa seminim mungkin dan juga yang tidak mudik bisa juga tetap menjalani kehidupannya dengan normal dan tidak terlalu merasakan tekanan ekonomi yang lebih dahsyat," tambah Mensos. 

Saat menjawab pertanyaan, Mensos menegaskan kembali akan memikirkan bagaimana mekanisme atau conditionality-nya agar yang akan mendapatkan bantuan khusus ini tidak mudik. "Memang tidak mudah dan tidak bisa dijamin 100% tapi kami belum ketemu mekanismenya atau penerapannya bagaimana di lapangan, tapi atau program khusus ini tentunya kami juga berharap penerimanya tidak mudik," imbuhnya.

Detail di lapangan seperti apa, menurut Mensos, akan dipikirkan lebih lanjut dengan berkoordinasi bersama Kementerian Perhubungan. "Dan juga mungkin Pemerintah Provinsi DKI dan kami sendiri agar benar-benar yang penerima dari bansos khusus ini yang memang dia tidak mudik," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .