Dalam 5 hari, bursa Asia tergerus 2,1%



SINGAPURA. Sepanjang pekan ini, bursa Asia mencatatkan penurunan cukup dalam. Data Bloomberg menunjukkan, pada periode 27-31 Agustus, indeks MSCI Asia Pacific melorot 2,1% menjadi 117,75. Ini merupakan penurunan mingguan terbesar sejak 13 Juli lalu. Jika dihitung, hingga kemarin (31/8), indeks acuan di kawasan regional ini sudah terjungkal 8,7% dari posisi tertingginya tahun ini yang tercipta pada 29 Februari lalu. Beberapa penyebabnya adalah kecemasan investor mengenai krisis Eropa yang memburuk serta perlambatan ekonomi China. Aksi jual sejumlah saham big cap mempengaruhi bursa Asia sepekan ini. Beberapa di antaranya yakni: Samsung ELectronics Co yang turun 3,3% di Seoul, Shikoku Electric Power Co merosot 18% di Tokyo, dan China Southern Airlines Co yang tergerus 7,8%. Penurunan bursa Asia juga terjadi seiring dengan data negatif ekonomi yang berasal dari Jepang, China, dan Korea Selatan. Hal ini memberikan konfirmasi bahwa perlambatan ekonomi global semakin memburuk. "Perang sengit terlihat di pasar saham. Investor berupaya melakukan transaksi meskipun katalis positif yang ada sangat minim. Perekonomian melambat secara global, termasuk di China. Hal ini meningkatkan ekspektasi bahwa sejumlah negara akan mengambil kebijakan stimulus untuk menyokong pasar," urai Seiichiro Iwamoto, analis Mizuho Asset Management Co di Tokyo. Sekadar tambahan informasi, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang anjlok 2,5% pada pekan ini setelah pemerintah menurunkan penilaiannya terhadap ekonomi Negeri Sakura pada 28 Agustus lalu. Sementara, Shanghai Composite Index turun 2,1% dan indeks Hang Seng turun 2% setelah data yang dirilis pemerintah pada 27 Agustus menunjukkan penurunan laba yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan industri China pada Juli lalu. Penurunan juga terjadi pada indeks Kospi Korea Selatan sebesar 0,8% setelah data produksi industri Korea mencatatkan penurunan pada Juli lalu.Sedangkan indeks Taeix Taiwan turun 1,1%, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,8%, dan indeks Strait Times Singapura turun 0,8% pada periode yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News