KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Kinerja sektor manufaktur India masih menunjukkan ekspansi pada April 2026, meski laju pertumbuhannya belum pulih signifikan dan tetap berada di dekat level terendah dalam empat tahun terakhir. Lemahnya permintaan domestik serta lonjakan biaya bahan baku akibat konflik di Timur Tengah masih menjadi beban utama aktivitas industri. Reuters (4/5) melaporkan, berdasarkan survei S&P Global yang dirilis Senin (4/5), indeks Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur India versi final HSBC naik menjadi 54,7 pada April, dari 53,9 pada Maret. Namun angka tersebut lebih rendah dibanding estimasi awal sebesar 55,9. Sebagai catatan, level PMI di atas 50 menandakan ekspansi, sedangkan di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Artinya, sektor manufaktur India masih bertumbuh selama hampir lima tahun beruntun, meski momentumnya kini melambat.
Dampak Konflik Timur Tengah, Manufaktur India Tertekan
KONTAN.CO.ID - BENGALURU. Kinerja sektor manufaktur India masih menunjukkan ekspansi pada April 2026, meski laju pertumbuhannya belum pulih signifikan dan tetap berada di dekat level terendah dalam empat tahun terakhir. Lemahnya permintaan domestik serta lonjakan biaya bahan baku akibat konflik di Timur Tengah masih menjadi beban utama aktivitas industri. Reuters (4/5) melaporkan, berdasarkan survei S&P Global yang dirilis Senin (4/5), indeks Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur India versi final HSBC naik menjadi 54,7 pada April, dari 53,9 pada Maret. Namun angka tersebut lebih rendah dibanding estimasi awal sebesar 55,9. Sebagai catatan, level PMI di atas 50 menandakan ekspansi, sedangkan di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Artinya, sektor manufaktur India masih bertumbuh selama hampir lima tahun beruntun, meski momentumnya kini melambat.
TAG: