Dampak WFH ASN: Penumpang Commuter Line Turun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah sudah mulai memberlakukan kebijakan satu hari work from home (WFH) dalam satu pekan, dan berlaku setiap hari Jumat. Hal itu dilakukan demi efisiensi bahan bakar minyak (BBM). 

Kebijakan WFH ini pun berdampak pada transportasi umum. Di mana, KAI Commuter Line menyatakan,volume pengguna Commuter Line Jabodetabek mengalami penurunan pada Jumat (10/4/2026).

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan bahwa tren penurunan volume penumpang terlihat pada stasiun-stasiun yang berdekatan dengan kawasan perkantoran pemerintahan serta stasiun integrasi.


Baca Juga: Bahlil: Kesiapan B50 Sudah 70%, Dicoba ke Alat Berat hingga Kereta Api

Berdasarkan data pukul 11.00 WIB pada Jumat (10/4/2026), secara keseluruhan pengguna Commuter Line mengalami penurunan sebanyak 27%, atau hanya tercatat sebanyak 335.268 orang di wilayah Jabodetabek.

Data tersebut menurun dibandingkan hari sebelum atau Kamis (9/4/2026) yang mencapai 460.184 orang.

"Pantauan di stasiun pemberangkatan seperti Stasiun Bogor, hingga pukul 11.00 WIB terdapat tren penurunan volume pengguna. Tercatat sebanyak pengguna sebanyak 20.431 orang atau turun 26% dari hari sebelum kebijakan WFH yaitu sebanyak 27.659 orang," kata Karina dalam keterangan tertulis diterima Sabtu (11/4/2026).

Karina menyebutkan, data di Stasiun Bekasi juga mengalami penurunan. Volume pengguna terpantau menurun 25% atau sebanyak 18.633 orang yang pada hari sebelum pemberlakuan WFH sebanyak24.835 orang.

Selanjutnya, untuk pengguna di Stasiun Sudimara tercatat turun 35% atau total sebanyak 9.382 orang yang biasanya sebanyak 14.390 orang.

Kemudian, untuk stasiun tujuan akhir yakni Stasiun Juanda masing mengalami penurunan sebesar 24% atau 11.834 orang yang sebelumnya sebanyak 15.621 orang. 

Sedangkan di Stasiun Gondangdia turun 29% atau sebanyak 13.827 orang yang sebelumnya 19.504 orang. Asal tahu saja, Stasiun Juanda dan Stasiun Gondangdia merupakan akses utama menuju berbagai kantor kementerian dan instansi pemerintahan. 

Baca Juga: Intip Strategi Temas (TMAS) Jaga Laba di Tengah Biaya Logistik Melambung

Sementara Stasiun Palmerah juga mengalami tren penurunan sebesar 29% atau total sebanyak 13.060 orang seiring dengan berkurangnya mobilitas di area sekitar lembaga negara.

“Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang meski tetap ramai, arus pengguna pada jam sibuk pagi ini terpantau lebih lancar dan terkendali,” tambah Karina.

Meskipun terjadi penurunan volume pengguna dampak dari kebijakan WFH ASN, KAI Commuter tetap mengoperasikan perjalanan Commuter Line secara normal. Sebanyak 1.065 perjalanan per hari tetap disiagakan untuk melayani masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.

KAI Commuter mendukung kebijakan pemerintah sebagai upaya pengaturan mobilitas masyarakat. Meskipun terdapat penurunan jumlah pengguna dari kalangan ASN pada hari ini, standar layanan kami tetap terjaga, baik dari segi frekuensi perjalanan maupun petugas pengamanan di area stasiun.

“KAI Commuter juga terus memantau pergerakan pengguna secara real-time melalui pusat kendali operasional untuk memastikan bahwa headway (jarak antar kereta) tetap terjaga sesuai jadwal yang ditetapkan,” jelas Karina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News