JAKARTA. Drama maju mundurnya Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang 2x1.000 MW di Kabupaten Batang, Jawa Tengah segera memasuki babak akhir. Jika tak ada aral melintang, hari ini para investor akan meneken kepastian pendanaan (financial close) atas proyek listrik yang bernilai sekitar US$ 4,2 miliar itu. Presiden Direktur PT Bhimasena Power Indonesia, Mohammad Effendi menjelaskan, sejak 6 Mei 2016 sudah ada kesepakatan pembiayaan dengan para investor. Setelah financial close diteken, ia berjanji pembangunan pembangkit listrik ini segera dimulai. "Konstruksi kami perkirakan berjalan selama empat tahun dan diharapkan beroperasi secara komersial pada tahun 2020," kata Effendi di kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Rabu (8/6). Kontraktor pelaksana konstruksi atau engineering, procurement & construction (EPC) proyek ini adalah Mitsubishi Hitachi Power Systems Ltd dan Sumitomo Corporation. Mitsubishi Hitachi menggarap porsi offshore, sementara Sumitomo menggarao porsi onshore. Persiapan konstruksi sudah dilakukan sejak April 2016.
Dana cair, proyek PLTU Batang segera dibangun
JAKARTA. Drama maju mundurnya Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang 2x1.000 MW di Kabupaten Batang, Jawa Tengah segera memasuki babak akhir. Jika tak ada aral melintang, hari ini para investor akan meneken kepastian pendanaan (financial close) atas proyek listrik yang bernilai sekitar US$ 4,2 miliar itu. Presiden Direktur PT Bhimasena Power Indonesia, Mohammad Effendi menjelaskan, sejak 6 Mei 2016 sudah ada kesepakatan pembiayaan dengan para investor. Setelah financial close diteken, ia berjanji pembangunan pembangkit listrik ini segera dimulai. "Konstruksi kami perkirakan berjalan selama empat tahun dan diharapkan beroperasi secara komersial pada tahun 2020," kata Effendi di kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Rabu (8/6). Kontraktor pelaksana konstruksi atau engineering, procurement & construction (EPC) proyek ini adalah Mitsubishi Hitachi Power Systems Ltd dan Sumitomo Corporation. Mitsubishi Hitachi menggarap porsi offshore, sementara Sumitomo menggarao porsi onshore. Persiapan konstruksi sudah dilakukan sejak April 2016.