Dana Kelolaan ETF Emas Capai Rp 105,63 Miliar per September 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan sejak diluncurkan pada 10 Agustus 2026 hingga akhir September 2026, telah terbit tujuh produk Exchange Traded Fund (ETF) emas dari tujuh manajer investasi. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, mengatakan total dana kelolaan atau asset under management (AUM) untuk produk ETF emas tercatat Rp 105,63 miliar per September 2026.

"Sejak diluncurkannya ETF Emas pada 10 Agustus 2026 lalu hingga akhir September 2026 terdapat tujuh produk ETF Emas yang diterbitkan oleh tujuh manajer investasi. Total dana kelolaan mencapai Rp 105,63 miliar," kata Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK September, Senin (5/10/2026).


Baca Juga: Setelah Sepekan Penawaran, SBR015 Tenor Dua Tahun Lebih Diminati Investor

Dalam pemberitaan Kontan sebelumnya, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, menerangkan peluncuran ETF emas menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem bulion nasional melalui integrasi pasar modal dengan industri bulion. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pendalaman pasar keuangan nasional.

“ETF emas diharapkan menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal Indonesia,” ujar Samsul dalam seremoni peluncuran ETF emas di Main Hall Bursa Efek Indonesia beberapa waktu lalu.

Baca Juga: IHSG Menguat 1,36% ke 6.118 pada Senin (5/10/2026), BRPT, SCMA, PGEO Top Gainers LQ45

Samsul mengatakan, pengembangan ETF emas adalah hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self regulatory organizations (SRO), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion serta seluruh pelaku industri pasar modal Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News