KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana kelolaan atau asset under management (AUM) exchange traded fund (ETF) emas mencapai Rp 110,26 miliar hingga 30 Oktober 2026. Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo Wahyu Laksono berpendapat prospek investasi ETF emas di pasar domestik sangat atraktif dan memiliki daya dorong yang kuat, terutama di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Logam mulia secara tradisional berfungsi sebagai aset lindung nilaiĀ yang sangat efektif terhadap inflasi dan depresiasi mata uang lokal. "Karena harga emas global diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, pelemahan rupiah secara otomatis mendongkrak harga jual emas di pasar domestik dalam mata uang rupiah, bahkan ketika harga emas di pasar internasional (XAU/USD) sedang mendatar atau terkonsolidasi," kata Wahyu kepada Kontan, Kamis (5/11/2026).
Dana Kelolaan ETF Emas Capai Rp 110,26 Miliar, Begini Prospek Investasinya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana kelolaan atau asset under management (AUM) exchange traded fund (ETF) emas mencapai Rp 110,26 miliar hingga 30 Oktober 2026. Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo Wahyu Laksono berpendapat prospek investasi ETF emas di pasar domestik sangat atraktif dan memiliki daya dorong yang kuat, terutama di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Logam mulia secara tradisional berfungsi sebagai aset lindung nilaiĀ yang sangat efektif terhadap inflasi dan depresiasi mata uang lokal. "Karena harga emas global diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, pelemahan rupiah secara otomatis mendongkrak harga jual emas di pasar domestik dalam mata uang rupiah, bahkan ketika harga emas di pasar internasional (XAU/USD) sedang mendatar atau terkonsolidasi," kata Wahyu kepada Kontan, Kamis (5/11/2026).
TAG: