Dana Kelolaan Industri Reksadana Turun Rp 8,14 Triliun pada Januari 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksadana turun pada bulan Januari. Berdasarkan data dari Infovesta Utama, AUM industri reksadana tercatat menyusut dari Rp 596,87 triliun di Desember 2021 menjadi Rp 588,73 triliun di Januari 2022 atau turun sebesar 1,36%. 

Infovesta Utama, dalam riset mingguannya yang dikeluarkan pada Senin (21/2) mengatakan, turunnya dana kelolaan sejalan dengan turunnya jumlah Unit Penyertaan (UP) industri reksadana sebesar 1,34%. Berikut ini merupakan tabel pertumbuhan AUM dan unit penyertaan (UP) masing-masing jenis reksadana hingga Januari 2022.

Jenis Reksadana


Total AUM (Rp triliun)

AUM (Rp triliun)

Total UP (miliar) 

UP (juta)

Reksadana Pasar Uang

111,99

0,66

76,71

-0,40

Reksadana ETF

15,37

0,60

19,46

1,26

Reksadana Indeks

9,85

0,06

9,42

-0,03

Reksadana Campuran

25,58

-0,16

19,81

-0.03

Reksadana DIRE + KIK EBA 

19,34

-1,03

26,46

-3,80

Reksadana Saham

147,87

-2,35

92,77

0,00

Reksadana Terproteksi

102,21

-2,63

98,89

-2,32

Reksadana Pendapatan Tetap

156,52

-3,29

98.61

-0,07

Baca Juga: Seluruh Indeks Menguat, Kinerja Seluruh Reksadana Sepekan Lalu Kompak Positif

Pada tabel di atas, terlihat bahwa penurunan kinerja industri reksadana dipicu oleh kinerja reksadana pendapatan tetap yang turun Rp 3,29 triliun pada Januari 2022. Infovesta Utama mengatakan, hal tersebut tidak terlepas dari risiko eksternal di mana rencana kenaikan suku bunga The Fed yang cenderung lebih agresif (5 kali hingga 7 kali), sehingga menekan pergerakan harga surat utang dalam negeri. 

Di sisi lain, sentimen tersebut memikat reksadana pasar uang hingga mencetak kenaikan AUM tertinggi sebesar Rp 660 miliar meskipun UP turun 400.000. Di samping itu, AUM reksadana berbasis ETF dan indeks terpantau masih mengalami kenaikan. 

“Hal tersebut menunjukkan bahwa hanya kelas aset aman yang mampu mencetak kenaikan dana kelolaan di awal tahun 2022 ini,” kata Infovesta Utama dalam risetnya.

Lebih lanjut, Infovesta Utama memandang reksadana kelas aset berisiko hingga moderat yang cenderung mengalami penurunan kinerja merupakan respon para pelaku pasar terhadap berbagai risiko yang terjadi mulai dari risiko perubahan suku bunga, risiko pasar hingga risiko geopolitik Rusia-Ukraina. 

Meski demikian, outlook ekonomi dalam negeri masih terjaga di mana tercermin dari rilis statistik terbaru pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi ke level 5,02% secara tahunan dan neraca perdagangan yang tercatat masih surplus. 

Hal tersebut mengindikasikan fundamental ekonomi dalam negeri yang membaik di tengah pandemi dan berbagai isu global yang mengancam. “Dengan demikian, meskipun akan melalui banyak tantangan, kinerja investasi reksadana diprediksi masih akan lebih baik ke depannya,” tutup Infovesta Utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati