Dana Kelolaan Reksadana pada Juni 2026 Turun 4,79% Jadi Rp 652,9 Triliun



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keungan (OJK) mencatat dana kelolaan industri reksadana turun per Juni 2026.  

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi mengatakan, terdapat net redemption sebesar Rp 23,75 triliun secara month to month (mtm) pada industri reksadana per Juni. Sedangkan secara year to date (ytd), net redemption hanya sebesar Rp 2,14 triliun. 

“Kinerja industri pengelolaan investasi mengalami moderasi di bulan laporan (per Juni 2026). Nilai aktiva bersih (NAB) reksadana mencapai angka Rp 652,9 triliun atau mengalami penurunan 4,79% secara month to month (mtm), atau 3,32% year to date (ytd),” ujar Hasan dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Juni, Selasa (7/7/2026). 


Baca Juga: Pefindo Beri Peringkat idAA untuk Rencana Penerbitan Obligasi Berkelanjutan DSSA

Hasan menyampaikan, jumlah investor di pasar modal melanjutkan tren peningkatan secara signifikan. Tercatat penambahan sebanyak 1,21 juta investor mtm di Juni 2026. Sehingga total jumlah investor telah mencapai angka 28,96 juta investor atau telah tumbuh 42,22% ytd. Dari sisi intermediasi, pasar modal domestik terus menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi korporasi. 

“Hingga Juni 2026 secara ytd nilai fundraising oleh korporasi di pasar modal telah mencapai angka Rp 112,67 triliun dan masih terdapat 11 rencana penawaran umum dalam pipeline,” terang Hasan. 

Baca Juga: Buyback Penerbit SCF Meningkat, ICX Catat Nilai Exit Investasi Tembus Rp 71 Miliar

Sebelumnya, nilai aktiva bersih atau NAB reksadana tercatat sebesar Rp 685,76 triliun per Mei 2026. Secara year-to-date (YtD), ini tercatat masih tumbuh positif sebesar 1,55%. Namun, NAB bulan Mei turun sebesar 1,52% dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar Rp 696,34 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News