Dana kelolaan reksadana saham dan pasar uang jatuh paling dalam



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penambahan jumlah pasien positif corona yang semakin besar menyebabkan pasar modal anjlok. Hal ini merembet pada penurunan dana kelolaan reksadana atau asset under management (AUM).

Berdasarkan data Infovesta Utama, AUM industri reksadana periode Maret menurun Rp 54 triliun secara bulanan menjadi Rp 460 triliun. Semua jenis reksadana kompak catatkan penurunan AUM. Namun, reksadana saham tercatat turun paling besar, yaitu Rp 21,7 triliun menjadi Rp 92 triliun. AUM reksadana pasar uang turun paling banyak kedua, yaitu Rp 15,35 triliun menjadi Rp 59,9 triliun. 

Sementara, AUM reksadana pendapatan tetap menurun Rp 7,9 triliun menjadi Rp 106,9 triliun. Kompak, AUM reksadana campuran juga menurun Rp 2,72 triliun menjadi Rp 24 triliun. 


Baca Juga: Gara-gara corona, dana kelolaan reksadana turun Rp 53 triliun dalam sebulan

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan AUM reksadana berbasis saham dan obligasi kompak menurun karena terjadi penurunan kinerja aset tersebut. Lihat saja, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode Maret menurun 16,7% secara bulanan. Sementara, kinerja pasar obligasi yang tercermin dari Indonesia Composite Bond Index juga menurun 4,6%. 

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto juga mengatakan, penurunan kinerja IHSG membuat AUM reksadana saham yang dikelola Panin menurun Rp 1,24 triliun secara bulanan menjadi Rp 4,17 triliun di periode Maret. 

Baca Juga: Terdampak corona, LPDP pastikan pendanaan beasiswa dan riset yang ada tetap berjalan

Namun, Rudiyanto mengatakan meski pasar bergejolak, aksi beli (subscription) tetap ada dan jumlahnya sekitar Rp 1 triliun dari awal tahun hingga Maret. "Nasabah institusi kami masih melakukan subscription begitu pun nasabah ritel meski jumlahnya kecil," kata Rudiyanto. 

Editor: Wahyu T.Rahmawati