Dana kelolaan reksadana saham turun 7,02%



JAKARTA. Tren bullish-nya pasar saham dimanfaatkan investor untuk profit taking. Infovesta Utama mencatat dana kelolaan reksadana saham turun 7,02% month on month (MoM) menjadi Rp 104,85 triliun pada September 2016 dibandingkan Agustus 2016 yang sebesar Rp 112,77 triliun.

Sementara itu, unit penyertaan reksadana saham juga turun 4,73% menjadi 50,091 miliar unit pada September dari 52,42 miliar unit pada Agustus 2016.

"Nasabah institusi banyak yang profit taking memanfaatkan momentum kenaikan IHSG," ujar Direktur Panin Asset Management Rudiyanto, Kamis (6/10).


Sekadar informasi, IHSG secara YTD September telah mencatat kenaikan 16,8%. Selain kondisi IHSG, Menurut Rudiyanto, profit taking oleh investor institusi dilakukan lantaran telah mencapai target return.

Selain profit taking, Senior Research Analyst Pasar Dana Beben Feri Wibowo memperkirakan investor juga beralih atau switching ke reksadana dengan profil risiko rendah seperti reksadana pendapatan tetap dan terproteksi.

Hal itu terlihat dari dana kelolaan reksadana pendapatan tetap yang naik 3,67% dari Rp 62,08 triliun menjadi Rp 64,24 triliun secara MoM. Unit penyertaan produk ini juga naik 3,67% dari 43,31 miliar unit menjadi 44,90 miliar unit pada periode yang sama.

Demikian juga dengan reksadana terproteksi yang mengalami kenaikan dana kelolaan dari Rp 76,88 triliun menjadi Rp 78,52 triliun. Unit penyertaan produk ini juga naik 2,23% dari 74,24 miliar unit menjadi 75,89 miliar unit.

Menurut Beben, sikap konservatif investor dipengaruhi oleh jadwal pengumuman putusan bank sentral Amerika Serikat, The Fed dan bank sentral Jepang terkait dengan suku bunga acuan.

Di dalam negeri, sentimen sisa waktu realisasi tax amnesty periode tiga bulan pertama serta kebijakan pemerintah melakukan pemangkasan anggaran sekitar Rp 133 triliun berimbas pada aksi net sell asing di pasar saham sebesar Rp 3,29 triliun. "Sehingga IHSG MoM minus 0,4%,” kata Beben.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto