Dana Mengalir ke Small Cap, Saham di Papan Akselerasi Jadi Primadona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham yang tercatat di papan akselerasi menjadi primadona para investor. Ini tercermin dari pergerakan indeks papan akselerasi yang menjadi satu-satunya yang hijau di antara indeks pencatatan lainnya. 

Sepanjang tahun berjalan ini, indeks papan akselerasi sudah menguat 6,05% per Jumat (24/4). Sementara indeks papan utama anjlok 18,08% dan indeks papan pengembangan turun 12,99%. 

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mencermati penguatan indeks papan akselerasi didorong oleh masuknya dana ke saham-saham small cap.


“Anomali ini menunjukkan adanya aliran dana yang berpindah dari papan utama dan pengembangan ke saham-saham small cap di papan akselerasi,” katanya kepada Kontan, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Menkeu Janjikan Insentif Pasar Modal, Ini Syaratnya

Nafan menilai saham-saham small cap cenderung bergerak lebih independen terhadap fluktuasi IHSG. Ini membuatnya relatif minim korelasi dengan sentimen makro global maupun domestik.

Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi trader jangka pendek untuk memanfaatkan volatilitas harga. Terutama bagi pelaku scalping yang mengincar pergerakan cepat disertai lonjakan volume transaksi.

“Pergerakan saham small cap seringkali tidak sejalan dengan IHSG, sehingga menjadi peluang bagi trader untuk mencari profit di tengah pasar yang fluktuatif,” ucap Nafan.

Namun demikian, Nafan mengingatkan bahwa strategi ini memiliki risiko tinggi. Investor perlu disiplin dalam menerapkan manajemen risiko, termasuk penggunaan stop loss.

Lebih lanjut, Nafan menyarankan agar eksposur terhadap saham di papan akselerasi tetap dibatasi. Menurutnya, komposisi yang ideal berkisar antara 5% hingga 10% dari total portofolio.

Baca Juga: OJK Soal Demutualisasi Bursa: Masih Tunggu Revisi UU dan Aturan Turunan

“Karena sifatnya spekulatif, investor sebaiknya membatasi alokasi dana dan tetap menerapkan stop loss untuk menghindari kerugian yang lebih besar,” jelasnya.

Selain itu, Nafan  menyoroti potensi risiko auto rejection yang kerap terjadi pada saham-saham berkapitalisasi kecil. Hal ini dapat membatasi ruang gerak harga dalam jangka pendek.

“Strategi hit and run bisa diterapkan, namun tetap harus waspada terhadap potensi auto rejection yang dapat menghambat likuiditas,” tambahnya.

Praktisi Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menambahkan, masih ada peluang untuk trading pada saham-saham yang tercatat di papan akselerasi ini di tengah fluktuasi IHSG. 

 
KING Chart by TradingView

“Strateginya sederhana, trend following pada saham-saham itu dengan melakukan pembelian pada support trendline maupun dinamis seperti moving average,” ucap William. 

Dari 32 emiten yang tercatat di papan akselerasi, William merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING), PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) dan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News