Dana Murah BCA Naik 11,2% Tembus Rp 1.089 Triliun, Transaksi Digital Jadi Penopang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) yang masih solid hingga kuartal I-2026 di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika daya beli masyarakat.

Per Maret 2026, CASA BCA tercatat mencapai Rp 1.089 triliun atau tumbuh 11,2% secara tahunan. Porsi CASA juga mendominasi sekitar 85,2% dari total dana pihak ketiga (DPK) BCA.

Menurut Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, dana murah masih menjadi kontributor utama pendanaan perseroan seiring aktivitas transaksi nasabah yang terus meningkat.


Baca Juga: BI Soroti Kredit Sektor Pertanian Masih Rendah, Bank Didorong Kreatif Cari Pendanaan

“Dana CASA menjadi kontributor utama pendanaan BCA seiring peningkatan transaksi secara berkelanjutan,” katanya kepada Kontan, Rabu (20/5/2026).

BCA juga terus mengoptimalkan pendapatan bunga bersih dengan mengandalkan struktur pendanaan inti berbasis CASA yang ditopang kekuatan bisnis transaction banking.

Untuk menjaga pertumbuhan dana murah tetap solid, BCA mengandalkan strategi hybrid banking dengan mengintegrasikan layanan digital dan jaringan fisik secara bersamaan.

“Kami senantiasa mengoptimalkan konsep hybrid banking untuk memberikan layanan secara holistik, baik di ekosistem online maupun offline,” jelas Hera.

Melalui strategi tersebut, BCA berharap pertumbuhan CASA dan DPK tetap terjaga sejalan dengan peningkatan volume transaksi nasabah ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News