Dana Murah Makin Kuat, Bisnis Payroll BPD DIY Tumbuh 6%



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank BPD DIY juga mencatat pengelolaan payroll terus bertumbuh, baik dari segmen aparatur sipil negara (ASN), swasta, maupun pensiunan.

Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah BPD DIY Raden Agus Trimurjanto mengungkapkan hingga saat ini pihaknya mengelola payroll sekitar 89.000 pegawai ASN dan swasta dengan nominal bulanan mencapai Rp 436 miliar.

Sementara itu, payroll pensiunan tercatat sekitar 46.000 nasabah dengan nilai sekitar Rp 156 miliar per bulan.


“Secara total bisnis payroll kami diperkirakan masih tumbuh sekitar 6%,” ujarnya kepada kontan.co.id, Rabu (18/2/2026).

Baca Juga: BSI Mencatat 1,51 Juta Nasabah Payroll per Desember 2025

Menurut Agus, bisnis payroll memiliki peran strategis terhadap penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), khususnya dana murah atau current account saving account (CASA).

Dana payroll dinilai relatif stabil karena berasal dari dana ritel yang mengendap dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Dana tersebut kemudian menjadi salah satu sumber likuiditas untuk menopang ekspansi kredit bank. “Kami terus mempertahankan payroll sebagai basis CASA untuk mendukung penyaluran kredit,” kata Agus.

BPD DIY optimistis tren bisnis payroll masih positif. Hingga akhir tahun, pertumbuhan diproyeksikan berada di kisaran 7%–9% seiring meningkatnya kebutuhan layanan transaksi keuangan yang praktis.

Baca Juga: OJK Mencabut Izin Usaha BPR Kamadana Bali

Untuk mendorong pertumbuhan, bank daerah ini menyiapkan sejumlah strategi. Antara lain peningkatan kualitas layanan digital melalui mobile banking, pemberian fasilitas kredit bagi nasabah payroll, hingga program loyalitas seperti undian tabungan, promo diskon belanja, serta berbagai gimmick pemasaran lainnya.

"Kami berharap langkah tersebut dapat memperkuat loyalitas nasabah sekaligus menjaga stabilitas dana murah di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat," kata Agus.

Selanjutnya: Zuckerberg Bantah Instagram Targetkan Anak-anak di Sidang LA Soal Kecanduan Medsos

Menarik Dibaca: Kerja Fleksibel Bukan Sekadar Tren, Ini Dampaknya bagi Pekerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News