Jakarta. Dana menganggur milik pemerintah daerah naik. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan mencatat, posisi dana yang mengendap (idle) di perbankan daerah per akhir Mei 2016 senilai Rp 246,2 triliun. Jumlah itu naik Rp 7,4 triliun dibandingkan posisi per akhir bulan sebelumnya yang sebesar Rp 238,8 triliun. Dari jumlah itu, simpanan terbesar (67,5%) berupa giro senilai Rp 166,2 triliun. Dana dalam bentuk deposito senilai Rp 76,4 triliun atau 31%. Lalu dana yang parkir di tabungan Rp 3,6 triliun atau 1,46%. Berdasar wilayah, dana idle yang dimiliki pemerintah provinsi senilai Rp 56,9 triliun. Perinciannya, simpanan deposito Rp 29,2 triliun atau 51%, giro Rp 27,3 triliun atau 47,9%, dan tabungan Rp 440 miliar atau 0,8%. "Untuk tingkat kabupaten/kota, nilainya Rp 189,3 triliun," kata Dirjen Perimbangan Keuangan Kemkeu Boediarso Teguh Widodo ke KONTAN, Rabu (22/6).
Dana nganggur milik pemda di bank daerah melonja
Jakarta. Dana menganggur milik pemerintah daerah naik. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan mencatat, posisi dana yang mengendap (idle) di perbankan daerah per akhir Mei 2016 senilai Rp 246,2 triliun. Jumlah itu naik Rp 7,4 triliun dibandingkan posisi per akhir bulan sebelumnya yang sebesar Rp 238,8 triliun. Dari jumlah itu, simpanan terbesar (67,5%) berupa giro senilai Rp 166,2 triliun. Dana dalam bentuk deposito senilai Rp 76,4 triliun atau 31%. Lalu dana yang parkir di tabungan Rp 3,6 triliun atau 1,46%. Berdasar wilayah, dana idle yang dimiliki pemerintah provinsi senilai Rp 56,9 triliun. Perinciannya, simpanan deposito Rp 29,2 triliun atau 51%, giro Rp 27,3 triliun atau 47,9%, dan tabungan Rp 440 miliar atau 0,8%. "Untuk tingkat kabupaten/kota, nilainya Rp 189,3 triliun," kata Dirjen Perimbangan Keuangan Kemkeu Boediarso Teguh Widodo ke KONTAN, Rabu (22/6).