Dana Pasar Modal Tembus Rp 147 Triliun, EBUS Sumbang Rp 128,81 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas penghimpunan dana di pasar modal Indonesia masih menunjukkan geliat hingga akhir kuartal III 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana yang dihimpun melalui penawaran umum saham perdana (IPO), penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS), serta rights issue telah mencapai sekitar Rp 147 triliun hingga 25 September 2026.

Kontribusi terbesar berasal dari penerbitan EBUS yang mencapai Rp 128,81 triliun. Sementara itu, penghimpunan dana melalui rights issue mencapai Rp 16,23 triliun dan IPO sebesar Rp 2,16 triliun.

Dari sisi pencatatan saham, hingga 25 September 2026 terdapat tujuh perusahaan yang telah resmi melantai di BEI, dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 2,16 triliun.


Baca Juga: Wall Street Dibuka Stabil Jumat (25/9), Optimisme AI Redam Kekhawatiran Harga Minyak

BEI masih mencatat enam perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Berdasarkan klasifikasi skala aset sesuai POJK Nomor 53/POJK.04/2017, enam calon emiten tersebut terbagi merata berdasarkan skala aset.

Sebanyak dua perusahaan memiliki aset kurang dari Rp 50 miliar dan masuk kategori skala kecil. Kemudian, dua perusahaan memiliki aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar atau kategori skala menengah. Sementara dua perusahaan lainnya memiliki aset lebih dari Rp250 miliar dan masuk kategori skala besar.

Jika dilihat berdasarkan sektor, pipeline IPO tersebut didominasi sektor Healthcare dengan tiga calon emiten. Selanjutnya, terdapat dua calon emiten dari sektor Energy dan satu perusahaan dari sektor Industrials.

Sementara itu, pasar surat utang menjadi sumber penghimpunan dana terbesar di pasar modal sepanjang periode berjalan.

BEI mencatat sebanyak 132 emisi EBUS dari 62 penerbit telah terealisasi hingga 25 September 2026. Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 128,81 triliun.

Selain penerbitan yang sudah terealisasi, masih terdapat 22 emisi dari 16 penerbit EBUS yang berada dalam pipelineBEI.

Dari 16 calon penerbit tersebut, sektor Financials menjadi yang terbanyak dengan lima perusahaan. Kemudian masing-masing terdapat tiga perusahaan dari sektor Basic Materials, Energy, dan Infrastructures.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Bergerak Sideways Cenderung Melemah, Batas Support di 6.220

Sementara itu, sektor Industrials dan Properties & Real Estate masing-masing menyumbang satu calon penerbit EBUS.

Selain IPO dan EBUS, perusahaan tercatat juga memanfaatkan aksi korporasi rights issue untuk memperoleh tambahan modal.

Hingga 25 September 2026, sebanyak 15 perusahaan telah menyelesaikan pelaksanaan rights issue dengan total dana yang diperoleh mencapai Rp 16,23 triliun.

BEI masih mencatat satu perusahaan dalam pipeline rights issue. Calon emiten tersebut berasal dari sektor Properties & Real Estate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: