Dana pemda di bank makin menipis



JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk memperkirakan pengendapan dana pemerintah daerah (pemda) menjelang akhir tahun akan semakin berkurang. Hal ini didorong dengan mulai terserapnya anggaran berupa proyek berbasis APBD yang dilaksanakan pemerintah daerah.

Rico Rizal Budidarmo, Direktur Keuangan BNI mengatakan secara proporsional pengendapan dana Pemda di BNI tidak terlalu besar. "Karena kebijakan Pemerintah Daerah, kemungkinan sebagian besar dana Pemda ditempatkan di BPD yg notabene sahamnya dimiliki oleh Pemda setempat," ujar Rico kepada KONTAN, Kamis (1/12).

Sebagai informasi Lembaga Penjamin Simpanan mengatakan dana pemerintah daerah yang tersimpan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) mendominasi dana pemda yang mengendap di perbankan.


LPS mengatakan sampai Oktober 2016, dana pemda yang tersimpan di BPD tercatat sebesar 60% sampai 70% sedangkan sisanya 30% sampai 40% disimpan di bank BUMN. Sebagai informasi, total dana pemda yang tersimpan di bank sampai Oktober 2016 sebesar Rp 206.7 triliun.

Rico mengatakan dana pemda yang tersimpan di sistem perbankan bukan merupakan dana idle, namun lebih ke dana yang menunggu untuk digunakan sesuai jadwal. Dana Pemda di BNI selama ini digunakan sebagai rekening operasional, sehingga tidak terlalu berdampak jika terjadi penarikan.

BNI sudah memperkirakan cashflow penggunaan dana. Setelah ditarik, dana tersebut akan terisi kembali sesuai dengan turunnya anggaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia