KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) menyesuaikan strategi penempatan investasinya seiring dinamika pergerakan suku bunga dan berkurangnya penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sepanjang 2025. Meski demikian, SRBI tetap dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif instrumen investasi jangka pendek ke depan. Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri Abdul Hadie mengatakan, tren suku bunga yang cenderung menurun berpotensi menekan imbal hasil SRBI. Namun DPBM tetap mencermati peluang pergerakan suku bunga dan imbal hasil di pasar, khususnya untuk instrumen jangka pendek lainnya. “DPBM tetap memanfaatkan peluang di pasar, terutama untuk instrumen jangka pendek seperti deposito berjangka, serta Surat Berharga Negara (SBN) tenor menengah dan panjang, sesuai dengan profil manfaat pensiun peserta dengan risiko yang terukur,” ujar Abdul Hadie kepada Kontan, Jumat (2/1/2026).
Dana Pensiun Bank Mandiri Alihkan Strategi Investasi Jangka Pendek
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) menyesuaikan strategi penempatan investasinya seiring dinamika pergerakan suku bunga dan berkurangnya penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sepanjang 2025. Meski demikian, SRBI tetap dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif instrumen investasi jangka pendek ke depan. Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri Abdul Hadie mengatakan, tren suku bunga yang cenderung menurun berpotensi menekan imbal hasil SRBI. Namun DPBM tetap mencermati peluang pergerakan suku bunga dan imbal hasil di pasar, khususnya untuk instrumen jangka pendek lainnya. “DPBM tetap memanfaatkan peluang di pasar, terutama untuk instrumen jangka pendek seperti deposito berjangka, serta Surat Berharga Negara (SBN) tenor menengah dan panjang, sesuai dengan profil manfaat pensiun peserta dengan risiko yang terukur,” ujar Abdul Hadie kepada Kontan, Jumat (2/1/2026).
TAG: